Inflasi Harga Pangan Tinggi, Begini Tanggapan Menko Darmin

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni 2019 terjadi inflasi 0,55%. Dari angka tersebut, inflasi inti alias bahan pangan berada di kisaran 1,63%.

Inflasi bahan pangan berkontribusi sebesar 0,38% terhadap inflasi bulanan. Jika diakumulasikan hingga semester I-2019, inflasi pangan berkontribusi sudah menyentuh angka 4,97%.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, memang inflasi pangan sendiri diakuinya masih cukup tinggi. Tentunya ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menekan angka inflasi.

"Jadi makanan yang paling tinggi. Kalau yang lain saya belum lihat,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Oleh karena itu pemerintah akan terus menekan agar inflasi bahan pangan bisa berada di level rendah.

Sebab jika dibiarkan, akan berpengaruh terhadap inflasi secara tahunan. Pemerintah sendiri menargetkan inflasi pada tahun ini 3,5% plus minus 1%.

“Inflasi itu kan bisa diturunkan, itu bedanya dengan yang lain. Artinya harus ada upaya sungguh-sungguh supaya dia tetap di kisaran 3,5%. Kalau nggak akan di atas 4% itu," jelasnya

Salah satu caranya adalah dengan melakukan pengendalian harga sejak dini dan dilakukan secara berkala. Pengendalian sendiri harus dilakukan ketika ada satu harga pangan yang mengalami gejolak.

“Pengendalian semester 2 ya harus dilakukan di sekarang-sekarang ini, kalau baru Oktober ya telat. Harga pangan bergejolak lah yang akan kita atur," kata Darmin. (*)

 

BERITA REKOMENDASI