Inflasi Kota Yogyakarta Capai 0,11 Persen, Andil Terbesar Dipicu Rokok dan Bawang Merah

Editor: Ary B Prass

Sugeng menuturkan inflasi tersebut disebabkan naiknya indeks harga konsumen kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,36 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,01 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,05 persen serta kelompok kesehatan 0,19 persen. Disusul kelompok transportasi 0,17 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,12 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,11 persen.

“Kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki 0,07 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,10 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,22 persen. Adapun kelompok yang relatif stabil yaitu kelompok pendidikan,” terangnya.

Selanjutnya, Sugeng menyatakan dari 90 kota yang dihitung angka inflasinya, 61 kota IHK mengalami inflasi dan 29 kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 1,51 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Sampit mencapai 0,01 persen.

“Deflasi terbesar terjadi di Kota Manokwari yang mencapai 0,60 persen, sedangkan deflasi terkecil terjadi di Kota Maumere dan Samarinda yang masing-masing mencapai 0,01 persen,” tambahnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI