Ini Dia, Penghambat Perkembangan Bank Syariah Indonesia

BOGOR, KRJOGJA.com – Kepala Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar mengatakan, ada beberapa hambatan yang membuat pertumbuhan bank syariah di Indonesia  lambat. 
Di antaranya belum selarasnya visi dan koordinasi antar pemerintah dan otoritas modal .

Selain itu, kata Sapta Nirwandar sumber daya manusia di bidang syariah masih kurang serta  perbankan syariah belum memiliki modal yang memadai, serta teknologi informasi yang belum memadai. “Inilah sebagian yang  membuat perkembangan perbankan syariah   di Indonesia menjadi lambat,” kata Kepala Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar pada acara Media Training yang diselenggarakan CIMB Niaga di Bogor, 6-8 Desember 2018.

Dikatakan, saat ini pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia  sekitar 5,7 persen. Sementara pangsa pasar perbankan syariah Malaysia sudah sebesar 23,8 persen. Bahkan Arab Saudi mencapai 51,1 persen.
Bila ingin pertumbuhan perbankan syariah yang lebih cepat, dibutuhkan sinergi yang sama antara otoritas terkait.

“Kita ingin dan dukung roadmap aktion plan yang nyata dan sinerginitas yang sama, karena itu kita perlukan. Kalau semuanya sama harusnya cepat diatasi  hambatan ini “ tegasnya.

Lebih lanjut, Sapta menuturkan, pengaturan dan pengawasan bank syariah juga masih belum optimal. Ditambah pemahaman sekaligus kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap perbankan syariah.
“Masyarakat memang masih cuek akan kehadiran perbankan syariah dan ini perlu  edukasi ke masyarakat," ujarnya.

Sapta juga menyoroti  produk bank syariah pun masih tidak variatif. Dengan begitu tidak menarik bagi masyarakat.

Sementara itu Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara mengatakan,   hingga September 2018, pembiayaan CIMB Niaga Syariah  mencapai  Rp 24,1 triliun atau naik 62,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI