Ini Sebabnya Pemerintah Sibuk Cari Utang Baru

JAKARTA (KRjogja.com) – Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) berencana mencari utang baru sebesar Rp 389 triliun melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Langkah ini terpaksa dilakukan pemerintah mengingat proyeksi pendapatan negara yang lebih rendah dari belanja negara.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan dalam keterangannya mengakui bahwa fiskal Indonesia masih bermasalah pada keseimbangan primer yang mencatatkan defisit. Target di RAPBN tahun depan, defisit keseimbangan primer mencapai Rp 111,4 triliun.

Ia menjelaskan, defisit keseimbangan primer tercipta karena belanja pemerintah lebih tinggi dibanding penerimaan perpajakan, meskipun pos untuk pembayaran bunga utang sudah dicicil melalui penerbitan utang.

"Sebagian utang kita dibayar untuk membayar bunga utang karena penerimaan perpajakan biarpun dikurang belanja masih kebanyakan belanjanya. Jadi memang sebagian utang buat tidak produktif, tapi tidak semua," ucap Robert di Jakarta, Kamis (18/8/2016). (*)

BERITA REKOMENDASI