Januari 2018, Utang Pemerintah Rp3.958,66 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com – Hingga Januari 2018, Pemerintah Indonesia mencatatkan utang sebesar Rp3.958,66 triliun. Dengan demikian maka rasio utang pemerintah hingga 31 Januari 2018 tercatat sebesar 29,1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, utang ini terdiri dari pinjaman sebesar Rp752,38 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp3.206,28 triliun.

"Berdasarkan jenisnya, total utang pemerintah masih didominasi oleh SBN. Dalam penerbitan SBN, pemerintah lebih mengutamakan denominasi rupiah dan suku bunga tetap sehingga akan mengurangi risiko nilai tukar dan perubahan suku bunga," ungkapnya di Gedung Kemenkeu, Selasa (20/2/2018).

Adapun rincian utang pemerintah pusat adalah, pinjaman terdiri dari pinjaman luar negeri sebesar Rp746,64 triliun dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp5,74 triliun. Sedangkan dari SBN ada denominasi rupiah sebesar Rp2.330,65 triliun dan denominasi valas sebesar Rp875,65 triliun.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan, pemerintah berkomitmen untuk memanfaatkan utang dengan efektif. Pada penerbitan SBN, Pemerintah mulai meningkatkan penerbitan instrumen Sukuk dengan dasar transaksi (underlying) proyek, terutama infrastruktur.

"Sebagaimana disampaikan sebelumnya, telah banyak proyek infrastruktur yang dibiayai oleh Pemerintah menggunakan Project Financing Sukuk. Dengan demikian, utang yang dibuat oleh Pemerintah menunjukkan hasil nyata yang dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang," jelasnya.

Dalam pengadaan Pinjaman Luar Negeri yang relatif langsung digunakan untuk membiayai proyek, khususnya infrastruktur.

Pemerintah mengutamakan untuk memperolehnya dari lembaga Multilateral. Dalam posisi utang akhir Januari 2018, pinjaman dari lembaga Multilateral mencapai 9,7% terhadap PDB. Pinjaman dari lembaga Multilateral cenderung memiliki suku bunga yang relatif rendah.

Menurutnya, meskipun Indonesia sudah naik kelas menjadi Middle Income Country, kita tetap dapat merasakan suku bunga murah dari pinjaman Mulitlateral. Hal ini, mengingat lembaga tersebut dapat menghimpun dana dengan lebih murah mengingat credit rating-nya yang sangat bagus. (*)

BERITA REKOMENDASI