Jaring Investor, RHB Sekuritas Kenalkan ‘ARO’

SLEMAN, KRJOGJA.com – PT RHB Sekuritas Indonesia (RHB Sekuritas), bagian dari RHB Banking Group yang merupakan grup layanan finansial terintegrasi terbesar keempat di Malaysia, memperkenalkan versi teranyar dari RHB TradeSmart ID.

Ini adalah aplikasi perdagangan saham yang kini tidak hanya dilengkapi dengan fitur unggulan ARO (Assisted Robo Optimization) yang memberikan strategi pemilihan saham secara cerdas, namun juga diperkuat dengan berbagai fitur tambahan, seperti fitur Watchlist yang memungkinkan investor untuk memantau dan menganalisis saham-saham pilihan dengan bantuan ARO. 

Head of E-Broking PT RHB Sekuritas Indonesia, Thomas Nugroho memaparkan berbagai fitur inovatif yang ditawarkan oleh RHB TradeSmart ID. Fitur EKYC memudahkan investor untuk membuka akun dimanapun dan kapanpun, untuk kemudian fitur ARO Signal akan memberikan notifikasi analisis teknis dan rekomendasi saham secara real time sehingga investor bisa segera mengambil keputusan atas investasi sahamnya. 

Bagi investor maupun trader yang ingin melakukan analisis mendalam, kata Thomas fitur Market Top Stock akan menampilkan seluruh perdagangan saham terakhir yang berlangsung di bursa secara real time.  "RHB TradeSmart ID juga dihadirkan dengan fitur baru Watchlist yang menampilkan daftar instrumen saham favorit pilihan investor sehingga investor bisa memantau secara intensif berbagai saham pilihan. Fitur Best Quote pada aplikasi juga memberikan gambaran real time bagi investor terkait dengan perkembangan harga, harga antrian jual dan beli, serta harga saham yang sudah terjadi di hari tersebut," ujarnya.

Thomas menjelaskan dengan adanya aplikasi RHB TradeSmart ID, setiap orang akan mendapatkan kemudahan dan akses informasi yang sama untuk berinvestasi saham, termasuk mereka yang sehari-hari cukup sibuk untuk bisa mengamati perkembangan saham. Setiap investor atau trader bisa memonitor investasi sekaligus membuat langkah investasi baru berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh semua fitur dalam aplikasi kapanpun dan dimanapun mereka berada.

"Seluruh fitur inovatif dalam aplikasi ini kami harapkan bisa membantu memandu para investor, baik investor pemula maupun investor berpengalaman, untuk mendapatkan kesempatan yang sama kapanpun dan dimanapun untuk meraih keuntungan yang optimal atas momentum investasi yang menarik secara real time,” tambah Thomas. 
namun menjadi langkah yang terarah dan penuh perhitungan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, termasuk untuk sektor pasar modal, relatif masih rendah. Dari hasil survei yang dilakukan OJK pada 2016 lalu, indeks literasi keuangan di sektor pasar modal hanya sebesar 4,4% dan indeks inklusi keuangan d sektor pasar modal hanya sebesar 1,25%. Meski demikian, terdapat pertumbuhan positif atas jumlah investor pasar modal Indonesia dari tahun ke tahun, yang menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) kini telah mencapai 2.001.456 Single Investor Identification (SID) sejak 12 Juli 2019. 

Data BEI juga menunjukkan bahwa sampai pertengahan Agustus 2019, investor saham telah mencapai lebih dari 1 juta SID atau sejumlah 1.000.048 SID. Dengan jumlah penduduk sebanyak 265 juta jiwa (BPS 2018), terdapat peluang yang masih sangat besar untuk pertumbuhan investor, termasuk di sektor pasar modal. (*)

BERITA REKOMENDASI