Kanwil Perbendaharaan DIY Minta Pemda Dorong UMKM Industri Kreatif Akses KUR

SLEMAN, KRJOGJA.com – Berdasar data Direktorat Jendral Perendaharaan DIY hingga semester 1 tahun 2017 realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah DIY baru mencapai Rp 602,38 miliar. Penerima kredit terbesar masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran yakni Rp 347,95 miliar.

Data tersebut menurut Direktorat Jendral Perendaharaan DIY masih menunjukkan belum maksimalnya penyaluran KUR untuk UMKM di DIY yang selama ini dikenal sebagai gudang industri kreatif. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan DIY Ludiro, kepada wartawan Senin (17/7/2017) mengungkap KUR memiliki tujuan untuk membantu mengurai kesulitan permodalan UMKM, namun memang belum semua bisa mengakses.

"Potensi UMKM industri kreatif dan pengolahan ini sangat besar di DIY, ketika Pemda (DIY) punya kebijakan mengarah ke sektor tersebut maka harus ada langkah nyata mendorong para pelaku UMKM untuk bisa mengakses KUR. Misalnya saja melakukan sosialisasi kemudian kami bisa membantu memasukkan daftar nama ke sistem agar bisa mengakses KUR," ungkapnya.

Terkait adanya kesulitan mengakses karena adanya UMKM yang tak bisa memenuhi persyaratan formal perbankan, Ludiro mengatakan saat ini beberapa bank mulai menerapkan asas fleksibilitas untuk memaksimalkan proses penyaluran KUR. "Banyak UMKM yang layak usahanya tapi tak bisa penuhi syarat berhuhungan dengan bank yang punya prosedur formal. Tapi, bank salah satunya BRI sudah mulai lunak misalnya untuk masa angsuran (fleksibilitas) menyesuaikan dari karakteristik masing-masing UMKM," imbuhnya.

Saat ini disebutkan Ludiro pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemda DIY untuk mencari formulasi terbaik agar UMKM industri kreatif bisa mengakses KUR. UMKM industri kreatif akan didata dan diinventarisir agar Pemda dan perbankan lebih banyak piliuhan untuk menyalurkan kredit tersebut. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI