Kasus Pinjol Ilegal, BI Larang Penyedia Jasa Pembayaran Non Bank Berafiliasi

Pelaku usaha dibagi ada yang mikro, kecil dan menengah, sehingga mereka sendirilah yang harus mengetahui skala usahanya sendiri. Pelaku UMKM bisa mengukur kemampuan bayar berikut bunganya apabila mengajukan pinjaman atau kredit. Semisal bagi pelaku usaha mikro mengarah pada kredit yang bersubsidi, sedangkan pelaku usaha level kecil dan menengah sudah bisa mengakses kredit komersial perbankan maupun lembaga keuangan formal lainnya.

“Berkaca pada kejadian ini, maka butuh komitmen seluruh instansi, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BI, Kementerian/Lembaga (K/L) hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Inklusi keuangan sudah cukup tinggi sekarang, tetapi literasinya yang masih perlu ditingkatkan,” ungkap Andi.

Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) BI DIY ini menyebut pemahaman masyarakat terhadap produk-produk pembiayaan dan perbankan itu masih perlu ditingkatkan, termasuk konsekuensinya juga perlu ditingkatkan. Pinjaman jangan dianggap sebagai tambahan penghasilan, tetapi merupakan hutang yang akan memberikan tanggung jawab beban pembayarannya.

“BI telah menurunkan BI rate sebesar 3,5 persen yang terendah selama lima tahun. Dengan penurunan suku bunga acuan ini diharapkan intermediasi keuangan bisa dapat berjalan,” imbuh Andi. (Ira)

BERITA REKOMENDASI