Kembangkan Program Ulir, Tetap Kerja Keras Dorong Ekonomi dan Jaga Stabilitas Inflasi

Miyono mengatakan melalui upaya ini maka produksi padi mengalami peningkatan dari 810.980 Gabah Kering Panen (GKP)/ton pada 2019 menjadi 848.140 GKP/ton pada 2020 berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY. Selain itu, komoditas jagung mengalami peningkatan produksi dari 369.147 ton pada 2019 menjadi 369.147 ton pada tahun lalu.

“Dari sisi hilir, dilakukan inovasi perluasan akses konsumsi melalui penggunaan teknologi digital. Pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19 telah diantisipasi dengan mendorong integrasi UMKM dengan transportasi online maupun e-commerce. Dengan terhubung ke platform digital, konsumen tetap bisa berbelanja kebutuhan harian dari rumah,” paparnya.

Selain itu, Miyono menyatakan akses di tingkat produsen juga diperluas melalui pembentukan pasar lelang digital diPanen.id. Pasar lelang komoditas secara digital ini secara efektif mampu mengurangi informasi asimetris dan memperluas jangkauan penjualan. Implikasinya ketika masa panen raya, komoditas yang dijual melalui pasar lelang diPanen.id memiliki harga yang lebih baik dibandingkan pasar lelang lainnya.

“Mayoritas provinsi di Indonesia mengalami penurunan ekonomi di tengah pandemi ini, sehingga daya beli menurun yang berimplikasi terhadap inflasi yang rendah. Untuk itu, TPID DIY turut berperan mendorong konsumsi melalui subsidi ongkos kirim produk UMKM maupun bazar produk pangan,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI