Kemenkeu Pasarkan Sukuk Ritel SR012, Investasi dan Kontribusi Kepada Negara

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (24/2/2020) secara resmi telah mengumumkan dimulainya masa penawaran Sukuk Ritel seri SR012. Berbeda dengan reksa dana yang memiliki untung dan rugi, Pemerintah menetapkan kupon atau imbal hasil Sukuk Ritel SR012 sebesar 6,3 persen per tahun. Besaran kupon bersifat tetap atau fixed rate. Sukuk Ritel seri SR012 dapat diperdagangkan dan memiliki tenor selama tiga tahun, atau akan jatuh tempo pada 10 Maret 2023.

Sukuk Negara Ritel (Sukuk Ritel) ialah produk investasi yang ditawarkan oleh pemerintah kepada investor individu Warga Negara Indonesia sebagai instrumen investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan. Proses pembelian SR012 dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yakni pendaftaran atau registrasi akun di platform tanamduit, memesan produk SR012, pembayaran melalui dompet digital atau melalui transfer bank dan konfirmasi.

Dalam keterangannya kepada media dalam sosialisasi SR012, Direktorat Pembiayaan Syariah Dirjen Pengelolaan Pembiayaan kementrian Keuangan Slamet Prayitno menjelaskan bahwa kondisi APBN saat ini sedang defisit sehingga pemerintah membuka peluang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk membantu APBN melalui platform Sukuk Ritel SR012.

“Pemerintah membuka investasi yang bertujuan untuk mengisi keuangan negara yaitu APBN yang diisi oleh rakyat. Keadaan APBN kita sedang memgalami defisit sehingga memberi kesempatan untuk rakyat untuk membantu pembiayaan negara dengan cara investasi tersebut,” jelas Slamet.

Saat ini pemerintah sedang fokus mengembangkan dokumen surat berharga yang diperuntukan untuk rakyat, sehingga keuntungan akan kembali ke rakyat itu sendiri. Dengan menggandeng Platform digital wealth management, tanamduit (PT Star Mercato Capitale) siap mendukung penjualan Sukuk Negara Ritel seri SR012 kepada investor dengan masa penawaran 25 Februari 2020 hingga 18 Maret 2020. Tanamduit telah dipercayai oleh Kementerian Keuangan untuk menjadi salah satu mitra distribusi resmi penjualan Surat Berharga Negara (SBN), sejak pertama kali SBN ditawarkan secara online pada bulan Mei 2018.

Sejumlah keuntungan yang dapat diperoleh seperti pokok dan imbalan yang dijamin oleh negara, tingkat imbalan kompetitif yang lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito perbankan, tingkat imbalan tetap, dapat dijual di pasar sekunder. Dengan modal awal investasi minimal Rp 1 juta masyarakat dapat mendukung pembiayaan pembangunan nasional, serta akses investasi SR012 ini sesuai dengan prinsip syariah sehingga halal dan bebas riba.

Prinsip syariah karena Sukuk Ritel SR012 menggunakan akad ijarah asset to be leased. Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan), dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah melalui fatwa oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 76/DSN-MUI/VI/2010. (kn)

BERITA REKOMENDASI