Kenaikan Bunga Amerika Tak Picu Dana Keluar

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai, langkah Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan (7 Days Repo Rate/7DRR) sudah tepat dalam merespon kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR). Darmin pun yakin, Indonesia tak akan mengalami arus dana keluar (capital outflow).

"Tidak perlu kita men-adjust (perubahan kebijakan moneter AS) karena sudah diumumkan kapan kenaikan (suku bunga AS) makanya pasar sudah melakukan adjustment, mem-price," ujar Darmin.

Darmin melihat, langkah BI telah sejalan dengan respon pasar yang tak terkejut kenaikan suku bunga AS sebanyak 25 basis poin. Sebab, menurutnya, pasar juga telah mengetahui rencana kenaikan FFR sehingga pelaku pasar telah bersiap.

Imbasnya, pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah tak mengalami perubahan yang signifikan, yakni hanya melemah sekitar Rp7 sampai Rp9 per dolar AS, dari sebelumnya Rp13.2 per dolar AS menjadi Rp13.2 per dolar AS di hari pengumuman kenaikan FFR.

Di sisi lain, Darmin menilai, kesiapan pasar juga didasari pada kepercayaan pada fundamental ekonomi Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi cukup terjaga dalam tiga bulan pertama di tahun ini, yakni tumbuh 5,01 persen.

Disamping itu, Indonesia juga mendapat sentimen positif dari peningkatan peringkat kelayakan investasi dari lembaga pemeringkat, Standard and Poor's (S&P) pada Mei lalu. Perbaikan peringkat tersebut, sekaligus melengkapi daftar layak investasi yang sebelumnya telah didapat Indonesia dari Fitch dan Moody's. (*)

BERITA REKOMENDASI