Kenaikan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Direspons Positif

JAKARTA (KRjogja.com) – Pemerintah daerah penghasil rokok menyambut baik rencana kenaikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari sebelumnya 2 persen menjadi 20 persen dari total penerimaan negara yang berasal dari cukai. 

”Kenaikan tersebut merupakan hal yang wajar karena sebagai daerah penghasil perlu penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur bagi perkembangan investasi di daerah,” ujar Bupati Kudus Musthofa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, alokasi dana DBHCHT akan dialokasikan 50 persen untuk mendanai program/ kegiatan peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan atau pemberantasan barang kena cukai ilegal. Sedangkan sisanya untuk mendanai program kegiatan sesuai dengan program dan prioritas daerah, di antaranya untuk infrastruktur daerah. 

Selama ini, ujar dia, penggunaan dana DBHCHT berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 84/PMK. 07/2008, di mana dana DBHCHT hanya dapat dipergunakan untuk lima kegiatan saja, yaitu: peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal. (*)

BERITA REKOMENDASI