Kenalkan Exchanger Luar Negeri, 1000 Member Ina Coin Gelar Silatnas di Yogyakarta

YOGYA, KRJOGJA.com – Perkembangan Cryptocurrency Indonesia, Ina Coin tampaknya terus menggeliat. Tercatat di DIY lebih dari 4000 member terdata memiliki koin yang kini satuanya setara harga Rp 1,5 juta tersebut. 

Ina Coin baru dilepas resmi sejumlah 18 juta coin pada 2018 lalu dan saat itu per coin dihargai setara Rp 15 ribu. Perkembangan yang terbilang cukup luar biasa di mana jumlahnya sekarang berlipat 100 kali meski dalam jangka waktu yang baru setahun. 

Geliat Ina Coin ini yang kemudian membuat stakeholder di Yogyakarta menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) pada 28 September 2019 di Sleman City Hall. Lebih dari 1000 member dari seluruh Indonesia dijadwalkan hadir dalam agenda yang baru kali pertama dihelat. 

“Kami ingin jalin silaturahmi antar member seluruh Indonesia dan nanti mereka akan hadir ke Yogyakarta pada 28 September. Ini pertama kali, kami ingin membangun demand yang lebih besar karena potensi Ina Coin ini luar biasa, nilainya terus naik dari hari ke hari dan kami ingin membuka kesempatan orang Indonesia untuk punya sebelum nanti dilepas ke pasar internasional,” Suswadi, Ketua Panitia Silatnas Ina Coin ungkap pada wartawan saat berbincang Selasa (17/9/2019). 

Dalam agenda Silatnas nanti, stakeholder di Yogyakarta akan memperkenalkan exchanger asing yang siap menjadi platform jual beli Ina Coin. Dijadwalkan Ina Coin akan dilepas ke pasar internasional pada Maret 2020 mendatang yang menurut Suswandi akan membuat nilainya meroket. 

“Jadi ada exchanger yang ingin curi start duluan, bisa jual belikan dulu sebelum nanti di bulan Maret 2020. Untuk namanya kita masih rahasiakan, biar jadi surprise member nanti,” sambung dia. 

Nur Cahyo, Leader Group Ina Coin Yogyakarta menambahkan tak hanya exchanger saja, nantinya di Silatnas akan diperkenalkan juga marketplace asing yang melayani pembelian produk menggunakan Ina Coin sebagai mata uang pembayaran. “Jadi fungsinya nanti platform luar ini bisa digunakan untuk menguangkan Ina Coin dan ada juga beberapa produk luar negeri yang bisa dibeli dengan Ina Coin, nanti akan disampaikan dalam Silatnas,” tandas dia. 

Nur Cahyo meyakini semakin banyak masyarakat yang menyepakati Ina Coin sebagai salah satu investasi crypto yang menguntungkan kedepan. Hal tersebut karwna 18 juta slot coin tidak akan ditambah dengan jangka waktu hingga 200 tahun kedepan. 

“Ketika permintaanya terus bertambah maka harganya akan semakin tinggi. Kita tahu Bitcoin sekaran satu coinnya Rp 160 juta. Kami ingin menuju ke sana, namun hingga Maret 2020 kami beri kesempatan pada orang Indonesia dulu sebelum dilempar ke internasional,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI