Kinerja Baik Realisasi Belanja APBN DIY Capai Rp 2,47 Triliun

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com –  APBN melanjutkan kinerja yang baik di DIY hingga akhir Februari 2022. Akselerasi belanja negara dan pembiayaan investasi tetap terjaga untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Realisasi belanja negara di DIY mencapai Rp 2,47 triliun hingga Februari 2022 atau 11,40 persen target APBN.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY Arif Wibawa menyampaikan realisasi belanja negara di DIY sampai dengan akhir Februari 2022 terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 1,04 triliun atau 8,84 persen target APBN dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp1,44 triliun atau 14,43 persen.  Realisasi belanja K/L tumbuh negatif sebesar 12,31 persen (yoy), terdiri dari realisasi belanja pegawai Rp536,69 miliar (11,5 persen), belanja barang Rp138,70 miliar (3,35 persen) dan belanja modal Rp 362,39 juta (12,43 persen).

“Belanja K/L antara lain dimanfaatkan untuk pembayaran gaji dan tunjangan, pendanaan atas kegiatan operasional K/L, program kegiatan K/L untuk pengadaan peralatan/mesin, jalan, jaringan, irigasi, serta bantuan sosial. Kinerja penyerapan bulan-bulan berikutnya diharapkan semakin baik seiring dengan akselerasi pelaksanaan berbagai program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” tutur Arif di Yogyakarta, Minggu (10/4/2022).

Arif menyatakan penyaluran TKDD di wilayah DIY sampai dengan 28 Februari 2022 tumbuh negatif 5,81 persen (yoy), terdiri dari Dana Bagi Hasil Rp1,46 miliar, Dana Alokasi Umum Rp1,3 triliun, Dana Alokasi Khusus Non Fisik Rp5,02 miliar.  Hingga akhir Februari 2022  belum terdapat penyaluran Dana Alokasi Khusus Fisik. Hal ini karena pemda belum menandatangani kontrak sebagai syarat salur Tahap I.

“Selain itu jukops bidang infrastruktur (jalan, air minum, irigasi, sanitasi dan permukiman), masih dalam proses penyelesaian. Jukops ini diperlukan sebagai acuan penyusunan spesifikasi output kontrak,” imbuhnya.

Dari sisi penerimaan negara,  Arif mengatakan realisasi pendapatan dan hibah yang dibukukan mencapai Rp 877,58 miliar atau 11,75 persen dari yang ditargetkan. Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan dan hibah tumbuh kuat 28,78 persen (yoy).

BERITA REKOMENDASI