Kinerja Keuangan Syariah RI Terus Meningkat

JAKARTA (KRjogja.com) – Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rahmat Waluyanto di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, industri keuangan syariah Indonesia masih menunjukkan kinerja yang membaik.

"Kinerja industri keuangan syariah makin membaik ditengah perlambatan ekonomi, karema mampu meningkatkan kemampuan SDM keuangan syariah, produk keuangan syariah yang inovatif ," kata Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rahmat Waluyanto pada acara pembukaan konferensi keuangan syariah internasional dengan tema. 
"Revitalizing Islamic Finance In The New Normal Era" di Jakarta, Kamis (29/09/2016).

Dikatakan, adapun market share industri perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional menunjukkan kenaikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu meningkat dari 4,60 persen  di Juli 2015 menjadi 4,81 persen di Juli 2016. 

"Market share ini diperkirakan hingg akhir tahun sekitar 5,13 persen apabila turut memperhitungkan hasil konversi BPD Aceh menjadi Bank Umum Syariah.  Untuk kenaikan aset perbankan syariah (BUS dan UUS) sebesar 18,49 persen yaitu dari Rp 272,6 triliun (Juli 2015) menjadi Rp 305,5 triliun (Juli 2016)," ungkapnya.

Kenaikan tersebut terutama, kata Rahmat didorong oleh meningkatnya penghimpunan dana pihak ketiga sebesar 12,54 persen  yaitu dari Rp 216 triliun (Juli 2015) menjadi Rp 243 triliun (Juli 2016) yang selanjutnya telah mendorong penyaluran pembiayaan tumbuh sebesar 7,47 persen  dari Rp 204,8 triliun (Juli 2015) menjadi Rp 220,1 triliun. 

Dari sisi kualitas pembiayaan, kata Rahmat NPF gross mengalami penurunan dari 4,89 persen  (Juli 2015) menjadi 4,81 persen (Juli 2016). Sementara profitabilitas yang tercermin dari rasio ROA meningkat dari 0,91 persen (Juli 2015) menjadi 1,06 persen (Juli 2016). Sedangkan rasio BOPO membaik dari 94,19 persen  (Juli 2015) menjadi 92,78 persen  (Juli 2016). (Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI