Komponen ‘Volatile Food’ Terjaga

YOGYA, KRJOGJA.com – Kepala Perwakilan BI DIY Hilman Tisnawan mengungkapkan, potensi berakhirnya perang dagang dan mulai membaiknya ekonomi global mendorong aktivitas investasi, sehingga permintaan pada komoditas emas cenderung berkurang. Di sisi lain, komponen volatile food masih tetap terjaga meskipun angka bulanan sedikit
meningkat dibandingkan dengan level inflasi bulan sebelumnya.
“Inflasi volatile food tercatat sebesar 1,25 persen (mtm) pada Desember 2019, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,87 persen (mtm). Tekanan ini terutama disebabkan peningkatan harga komoditas bawang merah, telur ayam ras, dan beras masingmasing 24,2 persen (mtm), 13,22 persen (mtm), dan 0,70 persen (mtm),” beber Hilman di kantornya, Sabtu (4/1).
 

Dijelaskan, berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga bawang merah cenderung meningkat, menyentuh angka Rp 34.400/kg, seiring dengan pasokan di pasar yang cenderung turun akibat musim hujan dan mayoritas sentra produksi yang masih dalam masa tanam. Sementara itu, harga komoditas telur ayam ras dan beras di Yogyakarta meningkat sejalan dengan tingginya kebutuhan pada saat perayaan hari besar keagamaan dan tahun baru. (Ira)
 

BERITA REKOMENDASI