Kredit BNI ‘Tersangkut’ di Meikarta Rp50 Miliar

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktur Bisnis dan Ritel PT Bank Negara Indonesia ( BNI) Tbk Lambok Setyawati mengatakan hanya sekitar 200 debitor dengan total pembiayaan  Rp 50 miliar yang terkait dengan permasalah perumahan  Meikarta. Dari total pemberian kredit tersebut diperkirakan tidak akan membuat kredit macet di BNI karena porsinya ke total kredit BNI hanya 0,001 persen.

"Debitur BNI yang tersangkut di pembiayaan kredit perumahan Meikarta hanya 200 nasabah dengan total pembiayaan Rp 50 miliar. Itu kecil bangat atau hanya 0,001 persen dari total kredit BNI “ katanya.

Dikatakan, dengan adanya kasus perumahan Meikarta, maka BNI akan menghentikan semua permintaan kredit baru perumahan Meikarta hingga proses hukum perumahan itu jelas. Sedangkan bagi 200 debitor akan dilakukan reviuw untuk penyelesaian kreditnya. 

"Keputusannya baru bisa dilakukan setelah masalah hukumnya selesai. Adapun kredit bermasalah ( NPL)  BNI hingga triwulan III 2018 untuk  NPL Gross BNI tercatat membaik menjadi 2 persen pada akhir September 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,8 persen."

Dia menambahkan perbaikan NPL tersebut berasal dari membaiknya kolektibilitas, penyelesaian kredit, dan penurunan pokok kredit bermasalah disertai dengan pengelolaan kualitas aset yang terus membaik, salah satunya dengan cara melakukan ekspansi yang selektif dan prudent dengan manajemen risiko kredit yang terukur.  

Wakil Dirut BNI Herry Sidharta mengatakan, kredit yang disalurkan hingga  kuartal III tahun 2018, sebesar Rp 487,04 triliun atau meningkat 15,6 peraen dibanding periode yang sama tahun 2017 yang mencapai  Rp 421,41 triliun.

"Kredit  yang dikucurkan Bank Negara Indonesia ( BNI) hingga  kuartal III tahun 2018, sebesar Rp 487,04 triliun atau meningkat  15,6 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 yang mencapai  Rp 421,41 triliun,” katanya. (Lmg)

BNI

BERITA REKOMENDASI