Laba Bersih Maybank Indonesia Tergerus Tipis

JAKARTA, KRJOGJA.com – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) mengumumkan pendapatan operasional setelah provisi meningkat menjadi Rp682,0 miliar untuk kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2018 dibandingkan dengan Rp633,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) sebesar Rp463,1 miliar pada kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2018, turun dari Rp490,1 miliar pada kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2017. Pendapatan operasional gross tumbuh 3,6% menjadi Rp2,5 triliun pada tiga bulan pertama yang berakhir 31 Maret 2018.

"Awal tahun 2018 sama menantangnya dengan tahun lalu. Meskipun terjadi perlambatan di beberapa area, bisnis dan fundamental inti kami tetap kuat. Kami akan terus mengembangkan aset kami secara selektif untuk memastikan kualitas aset yang baik ke depannya. Perbankan Global kami terus menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan aset kami," ungkap Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria.

Menurut Tazwin strategi Syariah First yang Bank telah terapkan sejak 2014 terus membuahkan hasil yang mengesankan. Namun, tetap berharap portofolio secara bertahap akan menguat di kuartal-kuartal mendatang seiring dengan peluang yang kami lihat pada sektor ritel dan UKM. Hal ini juga ditopang oleh inisiatif yang baru saja kami lakukan dalam mengubah model bisnis ritel.”

Pendapatan operasional setelah provisi meningkat 7,6% dan pendapatan Bank tumbuh 3,6% didukung peningkatan efisiensi operasional berkelanjutan selaras dengan Strategic Cost Management Program (SCMP), peningkatan pendapatan non-bunga, perbaikan pada tingkat provisi, pertumbuhan di Perbankan Syariah dan peningkatan kinerja anak perusahaan. (*)

BERITA REKOMENDASI