Lelang 6 Surat Utang Negara, Pemerintah Raih Rp52,41 T

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah telah melaksanakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 19 September 2017. Tercatat, ada 6 SUN yang ditawarkan dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp52,41 triliun.

Adapun seri yang ditawarkan adalah seri SPN03171221 (new issuance), SPN12180607 (reopening), FR0061 (reopening), FR0059 (reopening), FR0075 (reopening) dan FR0076 (new issuance) melalui sistem lelang Bank Indonesia. Total nominal yang dimenangkan dari kelima seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp17,5 triliun.

Melihat hasil lelang dari 6 SUN tersebut, berikut rinciannya, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemenkeu di Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Seri SPN03171221 (new issuance) dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,53%, dengan yield tertinggi dimenangkan sebesar 4,75%. Seri ini akan jatuh tempo pada 21 Desember 2017 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp5 triliun.

Seri SPN12180607 (reopening) dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,05%, dengan yield tertinggi dimenangkan sebesar 5,1%. Seri ini akan jatuh tempo pada 7 Juni 2018 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp3 triliun.

Seri FR0061 (reopening) dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6%, dengan yield tertinggi dimenangkan sebesar 6,01%. Seri ini akan jatuh tempo pada 15 Mei 2022 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp1,65 triliun.

Seri FR0059 (reopening) dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar Rp6,44% di mana yield tertinggi dimenangkan sebesar 6,45%. Seri ini akan jatuh tempo pada 15 Mei 2027 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp2,65 triliun.

Seri FR0075 (reopening) dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,17%, dengan yield tertinggi dimenangkan sebesar 7,19%. Seri ini akan jatuh tempo pada 15 Mei 2038 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp2,4 triliun

Seri FR0076 (new issuance) dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,5%, dengan yield tertinggi dimenangkan sebesar 7,54%. Seri ini akan jatuh tempo pada 15 Mei 2048 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp2,8 triliun. (*)

 

BERITA REKOMENDASI