Lewat Riset, HSBC-Sampoerna University Dorong Kemajuan Perbankan

BOGOR, KRJOGJA.com – PT Bank HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University (SU) kembali menyelenggarakan edukasi penulisan dan publikasi riset yang menyasar dosen dan sivitas akademika, kali ini dalam bentuk research camp intensif.

Mengusung tema 'Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi (Terindeks Scopus & Clarivate Analytic – Web of Science)', edukasi ini bertujuan membantu para dosen dan sivitas akademika dari berbagai daerah di Indonesia untuk dapat mempublikasikan riset dan penelitian terkait ekonomi, bisnis, dan sektor keuangan maupun perbankan di jurnal internasional bereputasi.

 
Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia Nuni Sutyoko menjelaskan kemajuan anak-anak didik sangat bergantung pada kompetensi dan kemampuan dosen sebagai pendidik. Karenanya, dosen dan sivitas akademika harus difasilitasi dan diberikan ruang luas untuk terus berkembang. 

"Ini yang menjadi landasan kami dalam menyelenggarakan berbagai program edukasi bagi dosen dan sivitas akademika, khusunya di bidang keuangan dan perbankan. Selanjutnya, semakin produktif para dosen dalam menghasilkan riset-riset berskala internasional, makin luas pula wawasan mereka mengenai tren industri global," katanya.

Karena itu, lanjut Nuni dosen dapat mempersiapkan mahasiswanya untuk lebih peka dan responsif terhadap tantangan dan peluang di sektor keuangan dan perbankan modern, khususnya di tengah disrupsi digital yang begitu dinamis. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu generasi masa depan mengembangkan potensi mereka agar sukses dalam perekonomian yang kian mendunia.

Secara umum, publikasi riset terutama di level internasional merupakan salah satu indikator penting kemajuan dan kualitas pendidikan di sebuah negara, selain juga dapat meningkatkan daya saing dan kemandirian suatu bangsa.

Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada tahun 2016 telah menetapkan empat target, diantaranya publikasi internasional sejumlah 6.229 artikel ilmiah, 1.735 paten terdaftar, 632 prototipe dan Technology Readiness Level (TRL), serta 15 prototipe industri TRL. Target ini diharapkan mampu tercapai melalui kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan tinggi dengan pelaku industri, serta pemerintah untuk melahirkan inovasi-inovasi baru dalam penelitian. (*)

 

BERITA REKOMENDASI