Literasi Keuangan dan Pelatihan Pemasaran Digital bagi Penyintas Thallasaemia

SLEMAN, KRJOGJA.com -PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance) menyelenggarakan inklusi keuangan di Hotel Eden 1, Kaliurang, Yogyakarta pada Rabu (21/8). Kegiatan ini ditujukan bagi para penyintas penyakit Thallasaemia di wilayah Jawa Tengah bekerja sama dengan Yayasan Thallasaemia Indonesia.
 
Diikuti oleh kurang lebih 250 penyintas Thallasaemia, kegiatan ini mengangkat tema Teknik Pemasaran Online. Sebagai pembicara inklusi kali ini adalah Rizky Ria Maulina, NDS  MotorKu Divisionl Head WOM Finance dan Dito Endero Nakresna, Channel AquisitionSpecialist WOM Finance. 
 
Kedua pembicara ini memberikan pemaparan mengenai perusahaan pembiayaan lebih mendalam, 
khususnya mengenai manfaat, produk dan risiko perusahaan pembiayaan serta pengaplikasiannya melalui platform internet. Agenda tersebut tidak terlepas dari komitmen WOM Finance untuk mendukung efektivitas dan 
sosialisasi dalam peraturan SEOJK No.1/SEOJK.7/2014 tentang pelaksanaan edukasi dalam rangka 
meningkatkan Literasi Keuangan kepada konsumen dan/atau masyarakat.
 
Zacharia Susantadiredja, Direktur WOM Finance mengatakan bahwa kegiatan seminar edukasi literasi keuangan ini, para penyintas Thallasaemia yang berasal dari Banyumas, Purbalingga, 
Semarang, Yogyakarta, Magelang, Klaten, Wonosobo, Solo dan Jakarta ini dijelaskan mengenai perusahaan pembiayaan di Indonesia secara lebih mendalam, khususnya terkait produk dari WOM Finance.
 
Dia menjelaskan literasi ini juga sebagai bentuk komitmen WOM Finance untuk memberikan pengetahuan
yang seluas-luasnya kepada masyarakat di Indonesia. “Selain seminar edukasi literasi, kami juga memberikan pelatihan pemasaran digital kepada para peserta yang hadir sebagai bekal mereka untuk menghadapi dunia kerja,” sambungnya.
 
Zacharia menambahkan bahwa pemberian pengetahuan kepada masyarakat luas merupakan hal 
yang sangat penting karena dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat juga secara tidak langsung akan mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.
 
“Secara konsisten dan berkelanjutan WOM Finance berupaya untuk terus mengedukasi masyarakat 
agar memiliki pengetahuan literasi keuangan yang lebih baik sehingga masyarakat paham akan 
produk dan jasa perusahaan pembiayaan,” pungkasnya.
 
Sementara itu, Ketua Yayasan Thallasaemia Indonesia (YTI), Ruswandi mengatakan bahwa penyintas 
Thallasaemia di Indonesia setiap tahunnya meningkat 8-10 persen. Kendati demikian, perhatian 
pemerintah terhadap penyakit ini masih belum maksimal.
 
Ruswandi mengucapkan terima kasihnya kepada WOM Finance yang telah melakukan kegiatan 
seminar edukasi literasi keuangan bersama para penyintas Thallasaemia se-Jawa Tengah ini karena 
pengetahuan yang di dapatkan dari acara tersebut dapat digunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. (*)

BERITA REKOMENDASI