MAMI Adakan Diskusi Majukan Pasar Modal Syariah

JAKARTA, KRJOGJA.com – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengadakan acara diskusi Kontribusi Pasar Modal Syariah dalam Memajukan Keuangan Syariah Indonesia. Diskusi  menghadirkan Fadilah Kartikasasi, Direktur Pasar Modal Syariah, Otoritas Jasa Keuangan, Edy Setiadi, Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah, Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, dan Justitia Tripurwasani, Ketua Unit Pengelolaan Investasi Syariah MAMI.

Acara dilakukan bertepatan dengan peluncuran reksa dana Manulife Dana Kas Syariah dan pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta belum lama ini.  Dalam acara diskusi, Edy Setiadi, Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengatakan aset keuangan syariah di Indonesia masih relatif kecil, yaitu USD 81,8 miliar di tahun 2016. Namun, dilihat pertumbuhannya, sangat menggembirakan. Industri keuangan syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang paling pesat di dunia. 

"Dalam setahun, dari tahun 2015 hingga 2016, pertumbuhannya mencapai 72%.  Jauh di atas Iran (26%), Bahrain (22%), Kuwait (20%), dan Bangladesh (18%).  Didukung oleh jumlah penduduk muslim yang terbesar di dunia, sistem keuangan syariah yang terlengkap, dan landscape ekonomi syariah serta filantropi syariah yang memadai, Indonesia berpeluang menjadi pusat keuangan syariah di dunia."

Fadilah menjabarkan komposisi aset di industri pasar modal syariah.  Disebutkan bahwa hingga 16 Agustus 2018, aset di pasar modal syariah masih didominasi oleh saham syariah (Rp 3.432 triliun), disusul oleh sukuk negara (Rp 627 triliun).  Dalam kategori aset yang lain, aset di reksa dana syariah masih sejumlah Rp 32 triliun dan di sukuk korporasi sejumlah Rp 17 triliun. 

Terkait dengan usaha mengembangkan reksa dana syariah, Ketua Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS) MAMI Justitia Tripurwasani mengatakan sejalan dengan upaya OJK untuk mengembangkan pasar modal syariah, MAMI melakukan beragam upaya untuk meningkatkan inklusi reksa dana syariah. Upaya MAMI diawali dengan pembentukan UPIS sejak tahun lalu.  

"Kemudian kami membuat modul edukasi finansial syariah dan menjalin kerja sama dengan MES serta NU Online untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan reksa dana syariah." (*)  

BERITA REKOMENDASI