Mau Punya Bank Baru?, Siapkan Dana Rp10 Triliun

Seperti diketahui sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, mengatakan bahwa pihaknya siap mengeluarkan aturan terkait perbankan digital sebelum semester I/2021 berakhir. “Itu akan kita atur dan memang dalam pendirian bank baru itu, kita mensyaratkan modal bank baru Rp 10 triliun untuk mengantisipasi bank melayani digital,” katanya.

Heru mengatakan bahwa saat ini, pihaknya tengah menyiapkan rancangan POJK mengenai bank umum, yang akan mengatur mengenai bank digital di dalamnya. Peraturan tentang bank digital dipastikan tidak membuat dikotomi dengan bank konvensional, namun menjadi bentuk konvergensi.

“OJK tidak mendikotomikan bank digital dan bank umum. Karena, di Undang-Undang (UU) Perbankan kita kenal hanya ada dua bank, yaitu Bank Umum dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat). Saat ini, Bank Umum bertransformasi digital. Sehingga, yang fully digital itu belum kita amati,” ujarnya.

Untuk melakukan transformasi digital, bank perlu memiliki permodalan yang kuat. Bahkan dalam kajian OJK, rentang modal inti yang harus dimiliki oleh bank sekitar Rp 3-10 triliun. “Jadi untuk bank itu agar efisien dan menjadi bank yang baik, harus punya modal inti Rp3 triliun sampai Rp10 triliun,” jelas Heru.
Modal sebesar itu dibutuhkan karena untuk memberikan layanan digital yang berbasis teknologi, perbankan membutuhkan modal yang besar. Karena kesiapan transformasi membutuhkan permodalan cukup kuat untuk teknologi, dan sumber daya manusia andal.

BERITA REKOMENDASI