Maybank kumpulkan Laba Rm1,95 Miliar

KUALA LUMPUR – Maybank, bank keempat dengan aset terbesar di Asia Tenggara mengumumkan laba bersih kuartal III yang berakhir 30 September 2020 sebesar RM1,95 miliar, lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, sebesar RM2,00 miliar.

Group mencatat pendapatan operasional bersih yang lebih rendah sebagai dampak kelanjutan pandemi Covid-19,  meskipun hal ini sebagian diimbangi dengan pengurangan biaya overhead dan penurunan biaya impairment.  Laba sebelum pajak (PBT) untuk kuartal tersebut turun menjadi RM2,61 miliar dari RM2,65 miliar tahun lalu.

Pendapatan operasional bersih pada kuartal III 2020 turun 6,5% menjadi RM6,08 miliar dari sebelumnya, sebesar RM6,50 miliar.  Hal ini disebabkan penurunan sebesar 8,7% terhadap total pendapatan berbasis dana secara tahunan menjadi RM4,13 miliar, sebagai akibat pemotongan pada Overnight Policy Rate yang menekan marjin bunga bersih sebesar 27 basis poin secara tahunan. Disamping itu, Group juga mencatat penurunan 1,3% pada total pendapatan berbasis non bunga bersih menjadi RM1,95 mliar, terutama dari biaya inti yang lebih rendah menyusul aktivitas bisnis yang melambat karena pandemi, serta keuntungan investasi yang lebih rendah.

Sebagai bagian dari strategi bank untuk memitigasi penurunan pendapatan, Group terus berupaya mengendalikan biaya secara disiplin, dimana biaya overhead menjadi terkendali seiring dengan tren penurunan biaya overhead dari tahun lalu, yang mencatat penurunan 8,7% menjadi RM2,70 miliar pada kuartal III 2020 dari RM2,96 miliar pada kuartal III 2019.  Selain itu, net impairment losses pada kuartal tersebut mengalami penurunan 13,8% menjadi RM805,9 juta, sebagai hasil upaya Group menerapkan prinsip kehati-hatian khususnya dalam memproyeksikan kebutuhan akan penyediaan biaya provisi ke depan.

BERITA REKOMENDASI