Menkeu Bakal Atur Ulang Pembagian Bansos, Seperti Apa?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas akan mendesain ulang atau menggabung berbagai program bantuan sosial (bansos). Hal ini dilakukan agar lebih akuntabel mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) hingga subsidi listrik dan LPG.

Menkeu menilai bahwa integrasi program ini akan membuat berbagai program bansos yang disalurkan Pemerintah akan lebih cepat dan tepat sasaran. Berikut adalah fakta mengenai desain ulang program bansos yang dirangkum Okezone:

1. Integrasi bansos dengan subsidi

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bantuan sosial (bansos) ke masyarakat miskin saat ini masih terpencar antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Seperti bantuan akses kesehatan dan subsidi listrik. Hal ini mengakibatkan, akuntabilitas program tersebut sulit untuk disinkronkan.

“Jadi kita ketahui ada belanja untuk keluarga miskin, seperti PKH, lalu bantuan untuk putra-putra dalam bentuk KIP, PIP, bentuk kartu sembako, bantuan akses kesehatan yakni PBI untuk JKN, dan juga berikan subsidi listrik, LPG. Hal ini sebabkan bantuan kita ke masyarakat miskin itu menjadi terfragmentasi, akuntabilitas juga tak bisa disinkronkan,” ujar Sri Mulyani.

2. Agar Tepat Sasaran

Menkeu menilai bahwa integrasi program ini akan membuat berbagai program bansos yang disalurkan Pemerintah akan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Ini perlu, sehingga masyarakat miskin dapat dengan terintegrasi. Belum bansos dari pemda, itu semua perlu kita tingkatkan dari sisi koordinasinya. Sehingga untuk ini kami dan Bappenas redesigning”, tambah Menkeu.

BERITA REKOMENDASI