Menkeu Pangkas Tunjangan Guru Rp23,3 T

JAKARTA (KRjogja.com) – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam APBN Perubahan memotong anggaran untuk tunjangan profesi guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) sebesar Rp 23,3 triliun. Pasalnya jumlah guru bersertifikat di daerah mengalami penurunan sekitar 100 ribu guru sehingga ada kelebihan anggran Rp 23,3 triliun.

"Dari pagu anggaran di APBN-P 2016 Rp 69,7 triliun, sementara di progonosis pagunya hanya butuh Rp 46,4 triliun. Jadi tUnjangan profesi guru PNSD dihemat Rp 23,3 triliun karena over budgeting. Kata Sri Mulyni di Jakarta, Senin (29/8).

Dijelaskan, pemotongan anggaran tunjangan profesi guru PNSD ini karena penurunan jumlah guru bersertifikat yang berhak memperoleh tunjangan ini dari 1,3 juta orang menjadi 1,2 juta orang karena pensiun. Alasan lainnya, ada sisa tunjangan profesi guru di tahun lalu dalam rekening kas umum daerah Rp 19,6 triliun yang harus diperhitungkan dalam penyaluran tunjangan di 2016.

Selain itu  juga menghemat tambahan penghasilan guru (Tamsil) PNSD Rp 209,1 miliar karena adanya sisa dana Tamsil di kas daerah yang harus diperhitungkan dalam penyaluran dana Tamsil 2016.

Untuk diketahui, pemotongan anggaran tunjangan profesi guru PNSD dan tambahan penghasilan guru PNSD masuk dalam penghematan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik sebesar Rp 23,7 triliun di APBN-P 2016. Serta pemangkasan anggaran tersebut masuk dalam program penghematan transfer daerah sebesar Rp 70,1 triliun. Sedangkan dana tambahan penghasilan guru PNSD dipangkas Rp 209,1 miliar yang merupakan selisih dari Rp 1 triliun di pagu APBN-P dengan progonosis yang lebih rendah Rp 811,4 miliar. (Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI