Menko Darmin Harapkan Transaksi Perdagangan Melesat

JAKARTA (KRjogja.com) – Menko Perekonomian Darmin Nasution berharap dengan adanya Sidang Komisi Bersama Ekonomi (SKB) Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan antara Republik Indonesia  dengan Republik Islam Iran, maka transaksi perdagangan Indonesia ke Negara tersebut akan meningkat.

Nilai total perdagangan bilateral Indonesia-Iran pada 2015 mencapai 273,1 juta dolar AS, mengalami tren penurunan sebesar 38,51 persen sejak 2011 yang tercatat sebesar  1,8 miliar dolar AS. Sementara sampai bulan Agustus 2016, nilai perdagangan bilateral hanya mencapai 150 juta dolar AS atau lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar  195 juta dolar AS.  

"Baru saja selesai memimpin sidang komisi bersama, yang ke-12 antara RI dan Iran yang  meliputi bidang kerjasama ekonomi dan perdagangan. Nah, jadi ini memang sudah agak lama juga tidak dilanjutkan. Perdagangan Indonesia-Iran itu tadinya cukup besar ya, tapi setelah kena sanksi, kemudian banyak pihak dari sana maupun Indonesia, kemudian tidak bisa melakukan perdagangan itu karena tidak ada bank yang bisa menjalankan hubungan dagang itu,” kata Menko Perekonomian di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Menurut Darmin kerjasama ini bisa memulihkan perdagangan kita dengan Iran. Apalagi dengan situasi di mana negara-negara tujuan ekspor tidak terlalu menggembirakan. "Buat kita ini penting untuk menaikkan kembali perdagangan kita, sehingga kita dalam waktu pendek ya meningkatkan ekspor kita ke Iran tidak besar-besar amat," tegasnya.
     

Darmin menambahkan, peningkatan perdagangan bisa diharapkan pulih kembali setelah 2-3 tahun mendatang. Sementara barang yang akan diekspor ke Iran ini rencananya terutama palm oil, tekstil. 

"Saya  berharap dalam 2-3 tahun ini bisa pulih kembali. Yang pertama kalau dari kita pasti palm oil. Kemudian ada beberapa produk, bisa tekstil, bisa pakaian, bisa industri, produk industri. Kalau dari mereka itu banyak urusan minyak,” tegasnya. (Lmg)
    

BERITA REKOMENDASI