Menko Luhut Bantah Pertemuan IMF-WB Habiskan Rp1,1 Triliun

NUSA DUA, KRJOGJ.com – Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan membantah kalau dana penyelenggaraan pertemuan tahunan Annual Meetings  International Monetery Fund- World Bank Group ( IMF-WBG)  yang berlangsung 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali terlalu mewah dan menelan dana hingga Rp 1 triliun.

Berdasarkan pagu anggaran tahun 2017-2018 mencapai Rp 855,6 miliar. Namun dana yang diambil hanya mencapai Rp 566 miliar sedangkan yang sudah dibayarkan untuk penyelenggaraan acara mencapai Rp 192 miliar.

"Saya sebagai ketua penyelenggara angka ini sangat hemat. Saya tanggung jawab. Mudah- mudahan tokoh yang ada di luar  sana dengar omongan saya ini. Saya dan Gubernur BI dan Menteri Keuangan tidak mau  korupsi dana ini, dan kami tidak gila," kata Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan yang juga Ketua Pelaksana Annual Meetings  International Monetery Fund- World Bank Group ( IMF-WBG) di Nusa Dua, Bali (8/10).

Dipaparkan, peserta yang ikut acara IMF -WBG mencapai 34.223 orang yang terdiri dari peserta dari asing mencapai 14.003 orang.  Serta 23.220 dari dalam negeri termasuk panitia, perbankan, pengusaha dan media. "Peserta asing itu banyak yang datang bersama keluarganya. Biarkan saja mereka datang dan mereka bayar sendiri. Kita sama sekali tidak bayar anggota keluarga peserta,” tegasnya.

Luhut mengatakan, kalau pembangunan infrastruktur pembangunan yang mendukung acara IMF -WBG ini dianggap pemborosan itu salah. Misalnya pembangunan apron bandara Banyuwangi, Jawa Timur itu tujuannya untuk meningkat jumlah wisatawan sekitar 1,2 juta wisman per tahun atau meningkat 250 persen. Begitu juga dengan peningkatan bandara di Danau Toba yang meningkatkan jumlah wisatawan hingga 350 persen.

"Untuk percepatan pembangunan infrastruktur itu terkait dengan peningkatan pariwisata, tidak hanya karena IMF-WBG,” tegasnya.
Hal senada juga dilontarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, untuk dana penyelenggaraan agenda tahunan ini sudah di ketuk sebesar Rp 855 miliar. Dan sudah di kontrakkan sebesar Rp 566 miliar dan sudah disalurkan sebesar Rp 192 miliar.

Dipaparkan, kalau pembangunan infrastruktur di beberapa destinasi pariwisata seperti pembangunan perpanjangan bandara tidak bisa dimasukkan ke dalam dana penyelenggaraan acara.  Karena itu rencana pemerintah dalam jangka panjaang untuk tujuan peningkatan wisatawan. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI