Merger Bank BUMN Syariah, Bank Syariah Mandiri Siap Bergabung

Toni menambahkan saat ini tidak ada perubahan pada operasional. Kebutuhan nasabah tetap menjadi prioritas dan pelayanan akan tetap kami berikan secara optimal. Sebab penandatangan CMA beberapa waktu lalu merupakan langkah awal dari proses merger.

Secara umum perbankan syariah berpotensi tumbuh dan berkembang ditengah tantangan ekonomi makro dan industri keuangan akibat pandemi. Peluang pertumbuhan ini tercermin dari terjaganya kinerja positif industri perbankan syariah, khususnya Mandiri Syariah, sejak beberapa tahun terakhir.

Hingga akhir Agustus 2020 beberapa indikator kinerja Mandiri Syariah positif dan tumbuh, sehat dan sustain yaitu laba bersih tumbuh 26,58 persen (yoy) menjadi Rp 957 miliar (unaudited). Pembiayaan tumbuh hingga 6,18 persen (yoy) menjadi Rp 76,66 triliun .

Adapun pembiayaan segmen ritel tumbuh 12,52 persen menjadi Rp 48,55 triliun seiring strategi fokus yang ditetapkan. Peningkatan laba bersih dan pembiayaan Mandiri Syariah tersebut ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 13,17 persen (yoy)menjadi Rp 99,12 triliun.(Ful)

BERITA REKOMENDASI