Muhammadiyah Perlu Dakwahkan Literasi Keuangan Syariah

YOGYA, KRJOGJA.com – Organisasi sosial keagamaan seperti Muhammadiyah, harus ikut bertanggung jawab ikut meningkatkan literasi keuangan syariah melalui dakwahnya. Karena BMT ini merupakan lembaga di bawah naungan Muhammadiyah.

Hal ini dilakukan mengingat pembinaan masyarakat termasuk edukasi literasi keuangan syariah  menjadi tanggungjawab seluruh unsur termasuk anggota masyarakat dan lembaga sosial keagamaan. “Disini, BMT ini ada kaitannya dengan Muhammadiyah,” tandas Dewan Pengawas Syariah (DPS) KSPPS BMT UMY Prof Dr  H Syamsul Anwar MA dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSPPS BMT UMY di Kampus Tamantirto Kasihan Bantul, Rabu (28/3/2018).

Pada kesempatan itu, wakil dari Dinas Koperasi dan UKM DIY Sumadi menyerahkan sertifikat kinerja koperasi 2017 dengan predikat sehat kepada ketua KSPPS BMT UMY Misbahul Anwar. Karenanya menurut Syamsul Anwar, dakwah Muhammadiyah perlu memberikan dakwah pencerahan literasi keuangan syariah. Mengingat masalah literasi keuangan syariah, masih menjadi problem dalam masyarakat.

“Realita ini berdampak bagi BMT. Karena belum paham, ketika akan melakukan transaksi syariah banyak yang mundur. Padahal BMT UMY ini sejak dua tahun sudah komitmen melakukan transaksi syar’i,” ujarnya. Siapa yang bertanggung jawab menurutnya tidak bisa dilempar begitu saja apda lembaga keuangan syariah.

Sebelumnya Ketua KSPPS BMT UMY Misbahul Anwar MSi melaporkan sejak dua tahun lalu berkomitmen menjalankan transaksi syar’i tanpa riba dalam akad pembiayaan. Dengan komitman ini menurutnya terungkap masih banyak mitra yang belum paham beda transaksi riba dan non-riba.  

“Karena belum semua mitra memiliki kesadaran penuh menjalankan transaksi riil, maka pertumbuhan pembiayaan di tahun 2017 belum menunjukkan pertumbuhan signifikan,” ungkap Misbahul Anwar.(*)

 

BERITA REKOMENDASI