Nilai Tebusan Amnesti Pajak DIY Rp 372 M

YOGYA (KR) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah meminta Bank/Pos Persepsi untuk dapat memperpanjang jam layanan loket penyetoran penerimaan negara pada 30 Desember 2016 minimal hingga pukul 21.00 waktu setempat dan 31 Desember 2016 minimal hingga pukul 15.00 waktu setempat.
Hal ini terkait pelaksanaan program Amnesti Pajak periode II yang akan berakhir pada 31 Desember 2016. Untuk memberikan fasilitas layanan penyetoran penerimaan negara bagi wajib pajak/ wajib bayar/dan/atau wajib setor, waktu layanan diperpanjang.

"Wajib Pajak (WP) diharapkan melakukan konfirmasi kepada Bank/Pos Persepsi terkait terlebih dahulu untuk memastikan jam layanan pada waktu-waktu tersebut,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP, Hestu Yoga Saksama, Kamis (29/12).

Hestu mengatakan, program Amnesti Pajak periode II ini menawarkan tarif uang tebusan 3 persen bagi WP non-UMKM dengan harta dalam negeri atau WP yang melakukan repatriasi. Seluruh Surat Pernyataan Harta yang diterima Direktorat Jenderal Pajak hingga pukul 23.59 pada 31 Desember 20- 16 berhak mendapatkan tarif 3 persen tersebut. Tarif ini akan naik menjadi 5 persen mulai 1 Januari 2017 hingga program Amnesti Pajak berakhir pada 31 Maret 2017.

"Lebih dari 563.000 WP telah menikmati rasa lega melalui Amnesti Pajak dan memberikan kontribusi penerimaan pajak melalui uang tebusan yang telah mencapai Rp 100 triliun. Uang tersebut akan digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan infrastruktur termasuk jalan, jembatan, dan pelabuhan serta fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit,” ujar Hestu. (*)

BERITA REKOMENDASI