OJK Ajak Masyarakat Nabung Saham Syariah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Deputi Direktur Literasi dan lnformasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Greta Joice Siahaan menabung di saham terutama syariah jauh lebih menguntungkan bila dibanding dengan menabung  uang di tabungan perbankan. Pasalnya imbal hasil yang diperoleh di tabungan hanya sekitar 2 persen per tahun, sedangkan di saham imbal hasilnya bisa mencapai 12 persen per tahun.

"Kalau mau menabung untuk tujuannya investasi, sebaiknya ke saham, karena imbal hasilnya jauh lebih besar bila dibandingkan dengan menabung di bank,” Deputi Direktur Literasi dan lnformasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Greta Joice Siahaan, pada acara diskusi dalam rangkaian kegiatan Finansial Expo (FlNEXPO)Indonesia 2019, yang diselenggarakan BCA Syariah, di Jakarta, Kamis (17/10)

Dikatakan, selama ini orang enggan berinvestasi di saham, karena masyarakat berpendapat kalau mau beli saham itu rumit, harus kaya dan uangnya harus banyak dan juga disangsikan kehalalannya. Namun saat ini anggapan tersebut sudah tidak pas, karena berinvestasi di saham itu sangat mudah, dan tidak perlu modal yang cukup besar. Pasalnya masyarakat sudah bisa membeli saham mulai dari Rp 100 ribu.

“Kalau sekarang, mau membeli saham dengan Rp 100 ribu sudah bisa, tidak perlu harus memiliki uang ratusan juta dulu baru beli saham,” tegasnya. Sedangkan untuk kehalalan berinvestasi di saham, menurut Greta, untuk yang syariah dipastikan halal. Karena pengelolaannya sudah disesuaikan dengan prinsip syariah yang telah diakui oleh OJK. 

Sementara itu,  Head of Wealth & Channel Management BCA Sekuritas Donny Kristanto Setiadi mengatakan, berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia mengungkapkan sampai dengan Agustus 2019 jumlah investor saham tercatat 1 juta orang atau tumbuh sekitar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 852.000 investor. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI