OJK Akui Bank Sulit Masuk Pertanian

JAKARTA (KRjogja.com) – Inklusi keuangan saat ini terus digalakkan oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aksesibilitas masyarakat kecil terhadap perbankan pun diharapkan dapat meningkat. Hanya saja, saat ini terdapat beberapa kendala dalam penerapan inklusi keuangan. Salah satunya adalah ketersediaan data.

Membangun database menjadi penting dari desa, kota, kecamatan, kabupaten. Ini sangat penting. Pengalaman kami membiayai industri kemaritiman, awalnya industri kematiriman seperti nelayan, coldstrorage dan pabrik kapal. Isu database dan infomasi ini masih kesulitan," kata Muliaman Hadad di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (28/11/2016). 

Khususnya untuk sektor pertanian, menurut Muliaman perbankan memang masih sulit untuk masuk. Penyebabnya adalah karena sektor pertanian masih dianggap sebagai sektor yang kurang populer. "Kemudian bagaimana bank bisa masuk ke area yang kurang populer ini akan kesulitan. Kemudian bank masuk ke mikro hydro pun sulit karena tidak ada data," tuturnya.

Karena itu, Muliaman menyarankan bahwa petani perlu membentuk kelompok tani guna memudahkan proses pinjaman di perbankan. Dengan begitu, maka upaya untuk melakukan peminjaman di perbankan tidak lagi akan dipersulit dengan berbagai persyaratan. (*)

BERITA REKOMENDASI