OJK Catat Restrukturisasi Kredit Bank Rp740,79 T

JAKARTA, KRJOGJA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) mencatat total realisasi restrukturisasi kredit industri perbankan per 29 Juni 2020 mencapai Rp 740,79 triliun. Stimulus itu diterima oleh 6,56 juta debitur yang terdiri atas 5,29 juta debitur UMKM dan 1,27 juta debitur non-UMKM terdampak COVID-19. Jika dibandingkan dengan pekan lalu, 22 Juni, terdapat peningkatan 1,96 persen debitur UMKM dari sebelumnya 5,18 juta debitur menjadi 5,29 juta debitur.

“OJK mencatat realisasi restrukturisasi kredit perbankan hingga 29 Juni 2020 mencapai Rp740,79 triliun yang diajukan 6,56 juta debitur sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan non-UMKM terdampak COVID-19,” kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, Rabu, (8/7).

Adapun nilai restrukturisasi tersebut dengan rincian untuk sektor UMKM mencapai Rp317,29 triliun kepada 5,29 juta debitur dan sebanyak 1,27 juta debitur non-UMKM sebesar Rp 423,5 triliun. Dari realisasi itu, OJK mencatat ada peningkatan jumlah debitur UMKM jika dibandingkan realisasi pada 22 Juni 2020 yakni sebesar 1,96 persen dari 5,18 juta menjadi 5,29 juta. Sedangkan dari sisi nominal, terdapat kenaikan realisasi sebesar 3,08 persen atau bertambah Rp 9,4 triliun dari Rp 307,82 triliun menjadi R317,29 triliun atau naik 3,08 persen.

Anto menjelaskan, dari nilainya, realisasi restrukturisasi untuk UMKM terbanyak tercatat di wilayah Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 865.499 debitur dengan total baki debet Rp 46,8 triliun. Sementara itu jika ditilik dari jumlah debiturnya, Jawa Barat menempati posisi pertama dengan total debitur UMKM 1,48 juta. Nilai relaksasi yang diberikan untuk debitur di provinsi itu terdata sebanyak Rp 98,9 triliun. Yang terdiri dari UMKM 1,2 juta debitur dengan nilai Rp 42,7 triliun dan non UMKM mencapai 287,159 debitur dengan nilai Rp 56,23 miliar.

Berdasarkan sektor ekonomi, paling banyak dari sektor perdagangan dan eceran yang diajukan oleh 3,46 juta debitur dengan baki debet Rp182,8 triliun. OJK mencatat potensi restrukturisasi kredit perbankan diperkirakan mencapai Rp 1.373,67 triliun dengan jumlah debitur mencapai 15,12 juta dari 102 bank.

Sementara itu, realisasi restrukturisasi kredit perusahaan pembiayaan yang dilaporkan 183 perusahaan per 30 Juni 2020 mencapai Rp133,84 triliun kepada 3,74 juta jumlah kontrak yang disetujui. Sebanyak 451.655 kontrak restrukturisasi saat ini dalam proses persetujuan. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI