OJK dan Pemda DIY Serius Naik Kelaskan UMKM

YOGYA, KRJOGJA.com – Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) DIY yang masuk dalam Galeri Jogja UMKM di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) benar-benar sudah diseleksi hingga dikurasi sehingga pelaku UMKM tidak sekadar memajang mempromosikan produknya, tetapi harus bisa menjual. Pihak regulator, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung pengembangan UMKM DIY tersebut agar benar-benar naik kelas terutama dalam pembiayaan dengan mendorong industri jasa keuangan dan lembaga keuangan non bank meningkatkan porsi kucuran kreditnya. 

Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Untung Nugroho menyampaikan sesuai dengan tugas OJK di bidang pembiayaan, pihaknya terus mendorong akses pembiayaan bagi UMKM DIY. Seperti diketahui, dunia usaha di DIY mayoritas adalah UMKM yang senantiasa terkendala permasalahan klasik berupa keterbatasan akses permodalan karena banyak yang belum bankable. Disamping itu, hambatan yang harus dihadapi UMKM yaitu produksi, pengemasan, teknologi, pemasaran dan sebagainya. 

"Dari segi pembiayaan ini, kita baru memikirkan agar UMKM di DIY bisa tumbuh atau naik kelas tidak dari dulu kecil terus yang rata-rata karena permasalahan pembiayaan atau menambah modal. Kita tengah berupaya memfasilitasi alternatif pembiayaan lain dari penyelanggara financial technology (fintech) yang telah mengantongi izin dengan proses bisnis yang berbeda," tutur Untung di sela-sela Media Gathering OJK DIY di Galeri Jogja UMKM di BIY, Sabtu (7/12/2019).

Untung mengatakan, realisasi penyaluran kredit UMKM DIY sudah mencapai Rp 936 miliar per Agustus 2019. Penyaluran pembiayaan bagi UMKM di DIY tersebut sudah tinggi karena total penyaluran kredit sebesar Rp 2 triliun, kredit UMKM sudah terserap dan tersalurkan sudah mencapai Rp 936 miliar. Namun, pihaknya terus mendorong penyaluran kredit khususnya bagi UMKM DIY, terutama bagi UMKM yang belum bankable.

"Kami tengah mensosialisikan model bisnis baru tersebut bagi UMKM DIY agar benar-benar naik kelas sehingga usahanya terus berkembang dan bertumbuh. OJK juga sudah menyiapkan peraturan untuk itu," tambah Untung.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) DIY Srie Nurkyatswi mengungkapkan dari ratusan UMKM yang ingin tampil di Galeri Jogja UMKM DIY di BIY ini, sebelumnya telah dilakukan seleksi dan kurasi hingga akhirnya terpilih setidaknya 50 UMKM yang difasilitasi sementara dan belum permanen. Galeri UMKM tersebut merupakan bentuk fasilitasi dari Pemda DIY didukung penuh Bank BPD DIY dalam rangka mempromosikan dan pemasaran produk-produk UMKM binaan Pemda maupun Pemkot/Pemkab se-DIY yang minimal unggul secara kualitas.

"Yang masuk di Galeri UMKM DIY di BIY ini ada syarat khusus diantaranya produknya kelas premium, sudah ada legalitas atau perizinan dan sebagainya. Setelah masuk, kita adakan evaluasi setiap tiga bulan sekali terhadap produk-produk tersebut apakah diminati atau kurang diminati untuk dilakukan pembinaan sesuai dengan permasalahan dari pelaku UMKM tersebut," terang Siwi. 

Siwi menjelaskan 50 UMKM yang ada di Galeri UMKM tersebut masih bersifat sementara, sedangkan secara permanen akan ditampilkan setidaknya 300-an UMKM di area seluas 1.500 meter persegi pada Terminal Keberangkatan Penumpang Domestik BIY pada April 2020. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I (Persero) Retail untuk mendesain galeri UMKM yang memang menampilkan keunikan produk UMKM DIY yang kental akan budaya, lokalitas hingga ekonomi kreatifnya. 

"UMKM kita tuntut tahu pangsa pasar yang dibidik baik secara offline di galeri UMKM maupun penjualan secara online. Jangan sampai produk yang sudah ada di tenan yang ada di BIY masuk ke galeri UMKM yang notabene merupakan tes pasar kelas tinggi," tandasnya. 

Pihaknya mengaku untuk sementara UMKM yang tampil di galeri tidak dipungut biaya apapun, namun setelah permanen akan ditentukan bentuk pengelolaanya termasuk biaya sewa dan lain-lain. Pemda DIY intinya memberikan fasilitas promosi dan penjualan bagi UMKM serta membawa pariwisata dan budaya DIY di Galeri UMKM  DIY di bandara baru. (Ira)

BERITA REKOMENDASI