OJK Ingin KUR Danai Perkebunan Dan Pertanian

JAKARTA (KRjogja.com) – Pemerintah telah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 9%. Hanya saja, selama ini KUR lebih banyak dimanfaatkan oleh para pedagang.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun berharap agar KUR dapat dimanfaatkan oleh sektor produktif lainnya. Salah satunya adalah sektor perkebunan, peternakan dan pertanian. Sebab, selama ini sektor tersebut kesulitan untuk memperoleh akses pendanaan perbankan. 

Hanya saja, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta kepada ketiga sektor ini untuk memiliki inovasi khusus yang dapat menarik perbankan. Hal ini pun dapat menjadi jaminan bagi perbankan sebelum menyalurkan kredit. 

"Ketika KUR masuk ke pertanian, peternakan ini perlu inovasi sendiri. Karena ada karakterisk masa tunggunya. Ini bagaimana bentuk pembiayaan yang cocok seperti ini. Makanya desain produk ini menentukan untuk akses lebih terbuka," tuturnya di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (28/11/2016). 

"Kredit perkebunan juga diperlukan karakteristik. Karena tidak mungkin kredit seperti KUR bisa membiayai semua sektor membiayai sektor yang berbeda-beda. Tentu saja ini tantangan kita bagaimana KUR ini bisa jadi investasi di sawit dan peternakan yang memiliki flexibility," imbuhnya. (*)

BERITA REKOMENDASI