OJK Miliki Kontribusi Besar, Berikan Edukasi Masyarakat

YOGYA, KRJOGJA.com – Keberadaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki kontribusi besar dalam melakukan edukasi kepada masyarakat. Edukasi itu perlu dilakukan supaya masyarakat benar-benar memahami tentang dunia keuangan. Sehingga mereka jadi bersikap selektif dan tidak mudah tergoda oleh adanya tawaran yang bisa merugikan masyarakat.

"Saya berharap OJK DIY bisa menjalankan tugasnya dengan baik untuk melakukan edukasi, khususnya berkaitan dengan keuangan kepada masyarakat. Upaya edukasi ini sebaiknya lebih fokus ke tingkat yang di bawah, utamanya kepada masyarakat yang dikatakan miskin tidak, kaya juga tidak. Sehingga pemahaman mereka tentang keuangan tidak lagi sepotong-sepotong," kata Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X saat menerima audiensi Kepala OJK DIY di Gedhong Pare Anom, Komplek Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu (15/1/2020). 

Wagub DIY mengungkapkan, budaya masyarakat cenderung ingin terus belajar menjadikan ?upaya edukasi ke masyarakat lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan daerah lain. Terlebih luasan wilayah DIY yang terbilang kecil, serta didukung dengan kesadaran masyarakat akan informasi yang tinggi. 

"Dalam situasi seperti sekarang masyarakat DIY harus dibekali dengan pengetahuan. Apalagi masyarakat kami dapat dikatakan well educated," ungkap Wagub. 

Sementara itu, Kepala OJK DIY, Untung Nugroho menyatakan, kedatangannya kali ini untuk melaporkan kinerja dan evaluasi OJK DIY yang sudah dilakukan selama ini.

Mengingat dalam waktu dekat  dirinya akan segera dipindahtugaskan ke Palembang, Sumatera Selatan. Berdasarkan data yang ada di OJK, untuk BPD DIY, saat ini dalam kondisi baik. Kendati demikian pihaknya menyarankan agar BPD DIY mengurangi kredit untuk perhotelan. Ini karena ada beberapa kasus nasabah di bidang perhotelan yang kurang lancar. Sedangkan  dari hasil survei yang dilakukan OJK DIY, tingkat pemahaman masyarakat DIY terkait dunia keuangan relatif tinggi dibanding angka nasional. Tingkat pemahaman di tingkat nasional baru mencapai 38 persen, sedangkan DIY sudah mencapai 58 persen.

"Implementasi jasa keuangan di DIY pun lebih tinggi dibandingkan nasional, yakni 76 persen. Untuk nasional masih di angka 67 persen. Meski begitu, kami tetap akan berkomitmen meneruskan upaya mengedukasi masyarakat agar semakin paham," imbuhnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI