OJK Regional III Terus Perangi Investasi Bodong

MALANG, KRJOGJA.com – Angka investasi bodong secara nasional masih cukup besar dengan kurban mengalami kerugian mencapai seidaknya Rp 9,8 triliun dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir hingga 2018. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup setidaknya 182 entitas yang melakukan investasi bodong sampai saat ini.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK Regional III Jawa Tengah dan DIY Indra Yuheri mengatakan investasi bodong yang beroperasi di Indonesia tersebut telah menyebabkan kerugian bagi masyarakat mencapai Rp 9,8 triliun. Pihaknya yang terbaru telah menutup setidaknya 20 entitas secara nasional.

"Kami akan terus menggali dan mencari seberapa banyak entitas yang beroperasi tanpa izin. Dalam kesempatan ini, kami menghimbau masyarakat agar melaporkan kepada OJK sekiranya ada praktik-praktik yang merugikan masyarakat dengan cara-cara menghimpun dana dalam bentuk investasi," tandas Indra saat Pelatihan dan Gathering Wartawan OJK Regional III Jateng dan DIY di Malang, Minggu (23/9).

Indra mengaku pihaknya masih menyelidiki tiga entitas yang ditenggarai merupakan investasi bodong. Setelahnya, OJK Regional III Jateng dan DIY akan melaporlan entitas tersebut kepada Satgas Waspada Investasi agar masyarakat nyaman dan tidak ada lagi penipuan-penipuan yang merugikan masyarakat.

"Peran serta media sangat diperlukan, terutama untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tak berizin tersebut. Jika menemukan entitas mencurigakan, masyarakat dapat melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 maupun email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id," imbuhnya. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI