OJK Revisit SNLKI 2013

JAKARTA, KRJOGJA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalukan  revisit 2017 atau peninjauan kembali melalui analisis dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia ( SNLKI) tahun 2013 dengan mengakomodasi perubahan dan perkembangan Literasi dan Inklusi Keuangan serta mengakselerasi pencapaian indeks Literasi dan Inklusi Keuangan masyarakat. 

"Revisit 2017 ini akan efektif berlaku pada tanggal 28 Desember 2017. Revisit disini berarti melakukan peninjauan kembali melalui analisis dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan SNLKI tahun 2013 dengan mengakomodasi perubahan dan perkembangan Literasi dan Inklusi Keuangan serta mengakselerasi pencapaian indeks Literasi dan Inklusi Keuangan masyarakat” kata Ketua OJK, Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (27/12).

Dikatakan, penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal antara lain hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi keuangan tahun 2016. Lalu, perubahan definisi Literasi Keuangan dalam International Best Practises, perkembangan teknologi informasi, perkembangan produk dan layanan jasa keuangan yang semakin kompleks.

Indeks literasi dan inklusi keuangan pun mengalami peningkatan. Pada tahun 2013, indeks literasi keuangan sebesar 21,8 persen dan meningkat menjadi 29,7 persen pada tahun 2016. Sementara indeks inklusi keuangan yang sebesar 59,7 persen di tahun 2013 menjadi 67,8 persen di tahun 2016. 

Partisipasi lembaga jasa keuangan dan pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan agar pencapaian indeks literasi dan inklusi keuangan dapat tercapai sesuai dengan target pemerintah. Hal ini sesuai indeks literasi keuangan mencapai 35 persen di tahun 2019 serta Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang memiliki target inklusi keuangan mencapai 75 persen di tahun 2019.

Dipaparkan, penyesuaian tersebut dilakukan terhadap beberapa hal strategis, antara lain Kerangka Dasar yakni pada strategi sebelumnya, terdapat 3 pilar utama yaitu (1) Edukasi dan Kampanye Nasional Literasi Keuangan, (2) Penguatan Infrastruktur Literasi Keuangan,  dan (3) Pengembangan Produk dan Jasa Keuangan. (Lmg)

OJK

BERITA REKOMENDASI