OJK Terbitkan Aturan Reksa Dana

JAKARTA (KRjogja.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 23/POJK.04/2016 tentang reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang merupakan penambahan ketentuan dari peraturan sebelumnya.

"Ketentuan ini dikeluarkan untuk mendukung kebijakan ekonomi Pemerintah khususnya paket kebijakan jiild 5 dan 11 mengenai dana investasi real estate, serta sejalan dengan perkembangan investasi dalam instrumen reksa dana yang terus menunjukkan pertumbuhan dari produk reksadana dan nilai aktiva bersih (NAB)," kata Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK Luthfy Zain Fuady, di Jakarta, Rabu (13/6).

Dikatakan, Jumlah produk reksa dana sampai Juni 2016 mencapai 1.228 dengan NAB sebesar  Rp 309,44 triliun lebih tinggi dibanding posisi akhir tahun 2015 yaitu 1.091 produk dan NAB Rp 271,97 triliun.
Dikataka, adapun penyempurnaan ketentuan POJK yakni nama reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif wajib menggambarkan nama Manajer Investasi, nama yang mencerminkan jenis reksa dana, dan denominasi mata uang asing yang digunakan jika menggunakan mata uang selain Rupiah.

Penambahan jenis Efek yang dapat menjadi aset dasar portofolio investasi Reksa Dana berupa efek bersifat utang atau efek syariah berpendapatan tetap yang ditawarkan tidak melalui penawaran umum dan telah mendapat peringkat dari perusahaan pemeringkat efek. Lalu efek beragun aset yang ditawarkan tidak melalui penawaran umum dan telah mendapat peringkat dari perusahaan pemeringkat efek, dan unit penyertaan kontrak investasi kolektif dana investasi real estate yang ditawarkan tidak melalui penawaran umum dengan batasan pada setiap saat secara keseluruhan tidak lebih dari 15 persen dari NAB reksa dana. (Lmg)

 

OJK

BERITA REKOMENDASI