OJK Terima 47 Kasus Sengketa Keuangan

JAKARTA (KRjogja.com) –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Juni 2016 sudah menerima laporan sengketa sebanyak 47 kasus dari 6 (enam) Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS). Dengan rincian dari Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) 28 kasus dari  Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI) sebanyak 9 kasus,  Badan Mediasi Dana Pensiun (BMDP) 1 kasus dan , Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia (LAPSPI) 9 kasus.

Sementara dari Badan Arbitrase dan Mediasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (BAMPPI), dan Badan Mediasi Pembiayaan dan Pegadaian Indonesia (BMPPI) belum ada. "OJK) sudah menerima laporan sebanyak 47 kasus dari 6 (enam) Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS)," kata Kepala Perlindung Konsumen OJK, Anto Prabowo di Jakarta, Selasa (09/08/2016).

Dikatakan, untuk BMAI, sebagian besar masalahnya tentang klaim asuransi dan klaim yang tgidak sesuai dengan manfaat klaim. Untukl pasar modal masalahnya beberapa transaksi yang berkaitan dengan margin dan obligasi, sedangkan untuk perbankan kebanyakan masalah kredit, kartu kredit dan cara penagihan dari deptkolektor.

Menurut Anto laporan yang diperoleh ini belum tentu sengketa, namun bisa jadi sebagian datang untuk konsultasi dan dianggap masalahnya selesai dan pemohon langsung menarik laporannya. Sedangkan, LAPS menyediakan tiga layanan penyelesaian sengketa berupa mediasi, adjudikasi, dan arbitrase.
Untuk mediasi asuransi mencapai 6 dan sudah diselesaikan, untuk adjudikasi ada 3 dan untuk arbitrasi hanya 1.

Dalam proses mediasi, para pihak yang bersengketa menunjuk pihak ketiga (mediator) untuk membantu mencapai kesepakatan. Apabila sengketa tidak mencapai kesepakatan pada tahap mediasi, maka para pihak dapat melanjutkan penyelesaian sengketa melalui adjudikasi atau arbitrase (Lmg)

 

 

 

OJK

BERITA REKOMENDASI