Optimalisasi Penyaluran Dana, Bank BPD DIY Masih Andalkan Pangsa Pasar UMKM

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank BPD DIY siap mengoptimalkan penyaluran kredit yang berasal dari alokasi dana penempatan pemerintah sebesar Rp 1 triliun dengan penuh kehati-hatian dan membidik debitur atau nasabah lama maupun nasabah baru serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui pemulihan ekonomi DIY.

Strategi penyaluran penempatan uang negara tersebut membidik segmen sektor usaha mikro, sektor usaha menengah hingga sektor usaha super mikro dengan pangsa pasar paling besar adalah UMKM. Pihaknya telah melakukan pemetaan atau mapping penyaluran kredit dengan bunga murah tersebut sehingga optimis penyaluran kredit maupun Dana Pihak Ketiga (DPK)-nya akan bertumbuh.

Direktur Utama (Dirut) Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan Bank BPD DIY memang mengajukan sebagai bank mitra untuk penempatan dana pemerintah periode II 2020 di luar bank-bank yang sudah cukup besar. Kucuran dana penempatan pemerintah sebesar Rp 1 triliun tersebut telah diterima Bank BPD DIY pada 14 Agustus 2020 lalu sebagai wujud kepercayaan pemerintah pusat kepada Bank BPD DIY karena memiliki tingkat kesehatan didukung kinerjanya yang sangat bagus.

“Dana Rp 1 triliun itu tidak mungkin kita simpan, justru malah menjadi beban jadi Bank BPD DIY segera menyalurkannya kepada UMKM maupun nasabah. Hal ini dalam rangka berkontribusi pemulihan ekonomi nasional khususnya pemulihan ekonomi DIY,” ujar Santoso dalam dalam bincang Editorial bersama jurnalis KR Seri 2 di channel Youtube Kedaulatan Rakyat TV https://www.youtube.com/watch?v=z1jGNHFDH48, Senin (24/8/2020).

Santoso menyampaikan strategi penyaluran dana penempatan pemerintah ini diantaranya untuk kredit sektor mikro dengan memanfaatkan jaringan Bank BPD DIY hingga seluruh kecamatan melalui cabang pembantu. Pihaknya telah memotret dan memetakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di level kecamatan di seluruh DIY.

“Hampir seluruh kecamatan di DIY perekonomiannya tumbuh didukung potensi pariwisata dan potensi UMKM-nya sehingga melalui kantor cabang pembantu, Bank BPD DIY berperan menyalurkan kredit kepada UMKM. Kami juga mengucurkan kredit-kredit bagi sektor menengah namun dengan sangat berhati-hati karena mereka sebelumnya sempat pingsan terdampak pandemi Covid-19, seperti industri pariwisata di DIY yang tiarap dan mati suri sejak Maret hingga Juni 2020 lalu,” katanya.

BERITA REKOMENDASI