Optimalisasi Penyaluran Dana, Bank BPD DIY Masih Andalkan Pangsa Pasar UMKM

Menurut Santoso, geliat aktivitas ekonomi di DIY sudah tampak dengan okupansi perhotelan yang mulai terisi, kepadatan kendaraan sudah terjadi, tempat wisata dipadati pengunjung dan sebagainya. Hal ini ditangkap Bank BPD DIY dengan melakukan mapping sebelumnya untuk membidik segmen yang akan dikucurkan kredit tersebut. Bank BPD DIY mempunyai pangsa pasar sasaran kredit paling besar adalah UMKM dengan hampir 50 persen kredit produktif dengan multiplier effect besar yang 70 persennya UMKM.

“Pangsa pasar UMKM inilah menjadi modal utama Bank BPD DIY dalam penyaluran pembiayaan. Kredit Rp 1 triliun ini pun dapat dimanfaatkan untuk sektor konsumsi, karena sektor konsumsi inilah yang mendukung pertumbuhan ekonomi seperti perumahan, kepemilikan kendaraan, konsumsi rumah tangga (kepemilikan barang elektronik) dan sebagainya,” imbuhnya.

Alokasi dana penempatan pemerintah yang masuk ke Bank BPD DIY ini mempunyai bunga murah sehingga pihaknya melakukan refresh bunga yang diberikan kepada nasabah. Nasabah-nasabah baik Bank BPD DIY yang akan diberikan apresiasi dengan stimulus-stimulus tertentu salah satunya berupa subsidi bunga.

“Kami akan meluncurkan kredit murah kepada sektor usaha super mikro di basis masyarakat paling bawah. Diharapkan semua skema penyaluran kredit penempatan dana pemerintah ini dapat berkontribusi mengerem kontraksi pertumbuhan ekonomi di DIY kedepannya, mengingat sebelumnya pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan II 2020 di angka -6,74 persen,” jelas Santoso.

Ekonomi mikro di DIY mulai dari level kecamatan hingga pedesaan mulai tumbuh, sehingga Bank BPD DIY optimis akan mampu menjawab tantangan dari pemerintah pusat guna menyalurkan kredit dalam rangka pemulihan ekonomi nasional melalui pemulihan ekonomi DIY. Bank BPD DIY sebagai apex bank atau bank pengayom ikut berperan menjaga likuiditas BPR baik melalui asosiasi Perbarindo DIY maupun per BPR.

“Bank BPD DIY juga menyalurkan kredit-kredit murah kepada BPR sebagai ujung tombak pelayanan permodalan kepada UMKM guna pemulihan ekonomi. Sektor keuangan di luar BPR juga akan kami sasar diantaranya koperasi-koperasi yang sehat, sarana modal ventura dan sebagainya sebab mereka pun menyasar kredit super mikro di DIY,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI