Optimisme Pemulihan Ekonomi DIY Masih Berlanjut Pada 2022

Editor: Ary B Prass

Wakil Ketua Umum KADIN DIY Bidang Keuangan, Perbankan, Keuangan Syariah dan Pasar Modal DIY Wawan Harmawan menuturkan pelaku sektor riil yang ekspor cenderung mengalami penurunan di akhir tahun. Pelaku usaha sendiri jika tidak ada perbaikan bisnis, contohnya penurunan level PPKM di DIY maka kondisinya akan memprihatinkan dan parah karena kemampuan membayar sudah tidak ada sehingga terjadi peningkatan NPL. Pengusaha pun sudah membutuhkan kucuran pembiayaan sehingga kredit mulai naik. Industri pariwisata di DIY kini mulai bergerak, dampaknya sangat tinggi seiring tingginya mobilitas.

” Melihat kondisi tersebut, pengusaha seharusnya mulai ganti gaya atau sudah harus new era benar-benar bikin terobosan inovasi baru sehingga bisa bertahan. Kami sangat yakin jika kondisi perekonomian DIY seperti akhir Desember 2021 ini akan membaik naik sampai tahun baru, ini efek dari protokol kesehatan dan penurunan kasus Covid-19. Potensi industri pariwisata dan industri kreatif sangat tinggi, harapan kami bisa menjadi pemicu bagi usaha lain yang bisa mengangkat ekonomi daerah setempat pada 2022 nantinya,” papar Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) DIY ini.

Wawan menambahkan permasalahan kemiskinan tetap harus dipikirkan dengan menumbuhkan sektor pariwisata yang mengangkat potensi lokal termasuk SDM lokal sehingga diharapkan bisa menekan angka kemiskinan di DIY yang masih tinggi. BI, OJK, KADIN dan sebagainya berkolaborasi untuk melahirkan destinasi baru serta peningkatan destinasi yang ada secara inklusif dan kolaborasi. Kolaborasi lintas bidang dan melibatkan seluruh elemen masyarakat ambil bagian daa peningkatan kualitas destinasi dengan mengusung kearifan lokal.

” Kita masih perlu sekali literasi digital UMKM di DIY, karena sudah suatu keharusan bahwa UMKM harus digital supaya tidak ketinggalan. Yang cepat akan seperti roket dan yang tidak jelas akan akan tertinggal. UMKM harus didorong melakukan terobosan kreatifitas produk yang bekerjasama dengan pakar-pakarnya,” imbuhnya.

Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta Y Sri Susilo menegaskan prospek ekonomi, bisnis dan keuangan DIY pada 2022 bergantung dari efektivitas keberlanjutan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), baik berupa stimulus fiskal (Pemerintah) dan stimulus keuangan (BI, OJK dan LPS). Di samping itu, faktor keberhasilan pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19 juga menjadi penentu bergeraknya roda ekonomi, bisnis dan keuangan pada tahun 2022. Jika PEN dan pengendalian pandemi dapat berjalan efektif dan optimal maka kondisi ekonomi, bisnis dan keuangan pada 2022 akan menjadi lebih baik dibandingkan 2021.

” Khusus DIY, Pemda dan pemangku kepentingan harus lebih fokus untuk mendorong kembali kegiatan Pariwisata dan Industri Mikro Kecil (IMK). Semisal Pemda harus mendukung dan memfasilitasi adaptasi pelaku industri pariwisata DIY melalui sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) secara bertahap dan berkesinambungan, melakukan fokus kebijakan mengembangkan quality tourism yang berbasis alam dan budaya,” jelasnya.

Dosen FBE UAJY ini menyebut untuk menuju quality tourism tersebut Pemda dapat melakukan sinergi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, khususnya PTN/PTS. Dalam hal ini PTN/PTS dapat berkontribusi melalui Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Komunitas kampus dengan sumber daya manusia (dosen dan mahasiswa) dapat terlibat langsung menyiapkan kegiatan quality tourism.

BERITA REKOMENDASI