Optimisme Pemulihan Ekonomi DIY Masih Berlanjut Pada 2022

Editor: Ary B Prass

Wakil Ketua ISEI DIY Rudy Badrudin mengaku optimis perekonomian di DIY akan tumbuh kedepannya seiring capaian pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Artinya dari sisi kesehatan imunisasi sudah cukup kuat. Selanjutnya, kasus Covid-19 di DIY mengalami penurunan diibangi dengan protokol kesehatan yang kuat, maka dari sisi mobilitas sudah bisa menjadi indikator aktivitas sosial dan perekonomian semakin banyak kedepannya. Aspek kesehatan sudah mumpuni lalu masuk ke aspek pemulihan ekonomi, sekarang masuk ke DIY secara keseluruhan termasuk pariwisata dan pendidikan serta UMKM.

” Perguruan tinggi di DIY harus siap dengan perubahan kurikulum berbasis IT agar tidak kalah dengan pasar. UMKM di DIY harus dijaga aspek kontinuitas bahan baku yang akan mempengaruhi keberlangsungan pasar. Kemudian UMKM harus masuk ke pasar global yang bisa diberikan pendampingan, sebab itulah kelemahan UMKM,” tandas Dosen STIE YKPN ini.

Wakil Dekan FEB UGM Amirullah Setya Hardi sepakat perekonomian DIY pada 2021 akan ditutup dengan optimisme karena semuanya sudah berjalan baik. Tetapi terdapat satu hal persentase pertumbuhannya  yang harus dilihat. Sebab agar mencapai 5 persen persyaratan pertumbuhan ekonomi triwulannya harus tumbuh dikisaran 6-7 persen. Artinya ekonomi DIY 2021 akan tetap positif tetapi tidak akan lebih dari 5 persen, Amirullah memprediksikan hanya tumbuh di kisaran 3-5 persen.

” Tantangannya yaitu ada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 dan kondisi global pada 2022, dugaan saya kira akan sesuatu yang positif bagi pertumbuhan ekonomi tahun depan. BI dan OJK sudah bagus berkolaborasi dengan otoritas fiskal untuk menjaga Rupiah. Jadi ekonomi DIY tetap tubuh meski banyak kehati-hatian pada 2022 dan saya sarankan UMKM segera berkolaborasi,” imbuh Wakil Ketua ISEI DIY tersebut.

Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) DIY Bakti Wibawa mengharapkan agar bonus demografi bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan pengebangan kualitas SDM, khususnya generasi muda. Disamping itu, perlu adanya kolaborasi berbagai pihak untuk menyiapkan dan mengoptimalkan bonus demografi tersebut.

” Saya optimis ekonomi membaik 2022, syaratnya bisa mengkapitalisasi presidensi G20. Indonesia bisa mengatur grand design pengembangan ekonomi global dipengaruhi presidensi G20 dimana menguasai 70 persen ekonomi agar bisa terselesaikan” ujar Tenaga Ahli Parampara Praja DIY Ahmad Ma’ruf.

Ketua Umum KAFEGAMA DIY Bogat Agus Riyono menekankan prinsip atau urat nadi perekonomian DIY adalah kerumunan. Untuk itu, guna menumbuhkan perekonomian DIY pada 2022 maka harus bantu percepatan vaksinasi Covid-19 khususnya sasaran anak sekolah. Selain itu, perlu pecah kerumunan di DIY yang terpusat di Malioboro dengan membuat Malioboro baru. (Ira)

BERITA REKOMENDASI