Pandemi Covid-19, IPCM Bukukan Laba Rp80 Miliar

Pendapatan jasa kapal berdasarkan segmen terdiri dari Pelabuhan Umum, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), dan Terminal Khusus (Tersus). Pendapatan TUKS pada tahun

2020 meningkat tajam 39% dari Rp77 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp107 miliar di tahun 2020, sedangkan pendapatan Tersus mengalami kenaikan signifikan 23% menjadi Rp88 miliar tahun 2020 dibandingkan Rp71 miliar di tahun sebelumnya. Sementara itu pendapatan Pelabuhan Umum turun dari Rp475 miliar menjadi Rp443 miliar atau 7%.

Pada tahun 2020 Perseroan mencatat peningkatan total aset sebesar 10%, meningkat menjadi Rp1,4 triliun dari Rp1,3 triliun tahun sebelumnya. Perusahaaan dalam kondisi

keuangan yang baik termasuk dalam hal likuditas dimana rasio kas dan setara terhadap aset lancar mencapai 69,9% serta memiliki modal yang kuat untuk kebutuhan modal kerja dan

rencana ekspansi yang tengah berjalan.

 

Selain itu, pada tahun 2020 Perseroan juga senantiasa mendukung peraturan Pemerintah dalam mengembangkan bisnis secara berkesinambungan, diantaranya dengan melakukan

penerapan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dan menjalankan sertifikasi

Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 dimana merupakan sebuah

standar pada perusahaan terbuka dalam upaya pencegahan dan pengungkapan penyuapan.

Tahun 2020 juga menjadi awal Perseroan mulai menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 dan 73 mengenai instrumen keuangan dan sewa. Perseroan juga senantiasa menjaga keselamatan dan kesehatan pekerjanya sehingga dapat mendukung kelancaran sistem logistik nasional. Harapannya, beberapa catatan positif Perseroan dapat

membawa optimisme sehingga mampu memberi dampak pasar yang lebih luas serta standarisasi dalam memberikan layanan yang maksimal kepada pelanggan, termasuk mengoptimalkan sistem informasi teknologi dalam proses kerja. (*)

 

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI