Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Tak Perlu Ditakutkan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih mengalami tekanan. Rupiah melemah dalam bahkan belum lama ini nyaris menyentuh level Rp15.000 per USD.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan bahwa, penurunan Rupiah yang saat ini terjadi, tidak perlu ditakutkan.

"Kita memang harus siap menghadapi penurunan Rupiah ini, mau tidak mau. Tapi ini bukan merupakan hal yang baru. Tidak perlu ditakutkan. Kalau waspada iya. Hanya, ketakutan yang berlebihan itu tidak bagus. Saya banyak melakukan riset, kalau kita berpikiran negatif itu bisa mengakibatkan hal negatif," kata Iskandar dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Contohnya, lanjut dia, terjadinya krisis perbankan, walau sebenarnya bank nya sehat. Cuma kalau nasabah berbondong-bondong tidak percaya, bank bisa mengalami kebangkrutan. Maka itu, jangan memberi informasi yang bisa membuatnya semua panik.

"Jadi, secara historis, ini bukan pertama neraca transaksi berjalan kita mengalami defisit. Pada 2013, curent account mengalami defisit minus 4,24% di triliwulan keduanya. Hal Itu mengakibatkan neraca primer kita mengalami defisit besar," tuturnya.

Dia menjelaskan, masalah terjadinya defisit pada neraca transaksi berjalan itu, bukanlah hal baru dan tidak perlu menciptakan ketakutan yang luar biasa besar. Dibanding tahun 2013 yang angka defisitnya mencapai minus 4,24%, defisit neraca berjalan tahun ini yang mencapai minus 3,04% bukanlah merupakan sebuah krisis. "Karena ada arus modal masuk atau capital inflow, kondisi itu menjadi tidak masalah," ungkapnya. (*)

BERITA REKOMENDASI