Pemda DIY Siapkan Tim Percepatan Investasi

YOGYA (KRjogja.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengemas upaya percepatan investasi melalui Tim Percepatan Investasi DIY. Tim Percepatan Investasi ini nantinya berada ditataran 'high level' yang diperkuat kelembagaan, komunikasi antar stakeholder dan informasi teknologi (IT)

"Kita sudah melangkah untuk implementasi percepatan investasi di DIY, namun kita belum mempunyai motor penggeraknya. Kita sedang berkoordinasi untuk mencari siapa yang menjadi ujung tombaknya," ujar Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Gatot Saptadi kepada KRjogja.com, Minggu (14/8/2016).

Gatot menyampaikan DIY tetap memfokuskan diri dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor mengembangkan industri padat karya. Terlebih DIY telah mempunyai kawasan industri, didukung potensi sumber daya manusia (SDM) dan kestabilan kondisi politik.

"Tidak hanya kawasan industri di Piyungan, kita akan kembangkan kawasan industri lainnya di DIY dengan 'stressing' tetap pada industri padat karya. Belum lagi kita tengah mengembangankan perekonomian kawasan selatan didukung adanya pelabuhan dan pembangunan bandara," papar Gatot.

Lebih lanjut, Mantan Penjabat Bupati Sleman ini memberikan contoh dampak ganda dari pembangunan bandara baru di Kulonprogo nantinya. Keberadaan bandara tersebut nantinya akan menumbuhkan kawasan-kawasan ekonomi disekitarnya. Bandara mampu menjadi magnet untuk menciptakan investasi lainnya masuk seperti perhotelan,  permukiman, pusat  pertokoan dan sebagainya.

"Tim percepatan investasi ini akan berada di 'high level' saja artinya diampu pengambil kebijakan seperti Bank Indonesia (BI) dan pelaksana seperti BKPM. Kita sudah punya semua seperti gerai investasi dengan pelayanan satu atap, tinggal jalan dan jualan saja," ungkap Mantan Kepala BPBD DIY tersebut.

Menurutnya tugas tim dalam memperlancar dan mempercepat arus invetasi ini harus didukung dengan kemudahan perizinan investasi dan keamanan terjamin. Upaya ini perlu dilakukan supaya tim percepatan invetasi DIY dapat berjalan optimal. (R-4)

 

BERITA REKOMENDASI