Pemerintah Berikan ‘Perlakuan Khusus’ Debitor Gempa Sulteng

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan,  komite akan memberikan  perlakuan khusus KUR  kepada debitur yang terdampak gempa di Provinsi Sulawesi Tengah. Diantaranya, jika agunan tambahan atas KUR hilang dan/atau berpindah posisi, maka debitur tidak perlu mengajukan agunan tambahan baru. 

"Kemudian untuk suku bunga KUR ditetapkan sebesar 7 persen efektif per tahun.
Bila KUR dengan debitur yang sudah meninggal, dapat langsung diklaim kepada bank penyalur," ungkap Menko Darmin.

Perlakuan khusus lainnya, kata Darmin penyaluran KUR dapat diberikan kembali kepada debitur eksisting kredit komersial yang usahanya terkena dampak bencana alam jika debitur tersebut mengalami perubahan status usaha menjadi UMKM.

"Restrukturisasi KUR hanya dapat dilakukan jika kredit atau pembiayaan produktif yang memiliki maksimal Kolektibilitas 3 (Kol-3) dengan jumlah hari tunggakan maksimal selama 60 hari. Adapun grace period dengan diserahkan kepada penyalur KUR maksimal 12 bulan pertama." 

Dijelaskan, sebenarnya tata cara perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan bank di daerah ini sebenarnya mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.45/POJK.03/2017 tentang perlakuan khusus terhadap lredit dan pembiayaan bank bagi daerah tertentu di Indonesia yang terkena bencana alam.

Selain itu OJK telah mengeluarkan KDK No. 33/KDK.03/2018 tentang penetapan Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi di Provinsi Sulawesi Tengah sebagai daerah yang memerlukan perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan bank. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI