Pengaruh Pasokan dan Permintaan, Inflasi DIY 2021 Diperkirakan Lebih Tinggi

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) DIY bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY memperkirakan tekanan inflasi masih akan berlanjut di akhir tahun 2021 dipengaruhi baik sisi permintaan maupun pasokan. Dengan perkembangan ini, BI DIY memperkirakan inflasi DIY 2021 lebih tinggi dibandingkan 2020 meskipun masih berpotensi berada di bawah batas bawah sasaran inflasi 3 plus minus 1 persen.

“Dari sisi permintaan, aktivitas konsumsi diperkirakan terus meningkat seiring momen akhir tahun dan Hari Keagamaan Besar Nasional (HBKN) yang mendorong permintaan komoditas pangan dan transportasi, khususnya transportasi udara. Di sisi lain, faktor musiman pola tanam dan cuaca diperkirakan menyebabkan pasokan komoditas lebih terbatas. Sementara itu tren kenaikan harga komoditas barang-barang impor atau imported inflation diperkirakan masih berlanjut di Desember,” tutur Plt. Kepala Perwakilan BI DIY Miyono di Yogyakarta, Minggu (5/12/2021).

Miyono menyatakan inflasi DIY November 2021 didorong baik oleh tarikan permintaan maupun dorongan penawaran. Dari sisi tarikan permintaan, peningkatan inflasi terjadi sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat di November. Survei Konsumen (SK) BI mencatat level tertinggi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) DIY selama pandemi di November 2021 sebesar 141,7 poin.

“Tingkat optimisme saat ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan level optimisme masyarakat sebelum pandemi yang mencapai 145,7 poin pada 2019 lalu. Faktor utama peningkatan konsumsi, selain imbas penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 ke level 2 akhir Oktober lalu selaras dengan terkendalinya kasus Covid-19, juga ditopang peningkatan aktivitas pariwisata di DIY,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI